Media Kampung – Nenek Jumaria, seorang buruh tani asal Makassar, menjadi perbincangan luas setelah video dirinya di bandara Jeddah viral. Ia menarik perhatian karena koper kabinnya penuh dengan boneka dan kurma, bukan oleh-oleh mewah. Perjalanan haji tahun ini membuatnya dikenal sebagai sosok sederhana yang tulus berbagi.

Jumaria hidup sebatang kara di kampung halaman. Meski tidak memiliki anak atau cucu kandung, ia menganggap anak-anak tetangga sebagai keluarga sendiri. Oleh karena itu, ia membelikan mereka boneka dan kurma sebagai oleh-oleh. “Saya belikan boneka dan kurma untuk cucu kemenakan. Semua untuk keluarga,” ujarnya dengan wajah tenang kepada Media Center Haji (MCH).

Selama di Makkah, Jumaria menghabiskan uang riyal pemberian para dermawan untuk membeli hadiah-hadiah kecil. Ia merasa uang tersebut harus dibagikan kembali kepada orang lain. Setelah semua dibelanjakan, ia hanya memiliki sisa uang Rp500 ribu untuk bekal pulang ke kampung. “Tidak ada uang riyal, tersisa uang Rp500 ribu,” katanya.

Di balik kesederhanaannya, Jumaria berencana kembali bekerja di sawah setelah tiba di Tanah Air. Kisahnya menjadi pengingat bahwa makna haji tidak selalu tentang kemewahan, melainkan juga tentang ketulusan berbagi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.