Media Kampung – Morgan Stanley kembali tampil di sorotan utama pasar keuangan dengan tiga peran strategis yang berbeda. Analisnya memberi rekomendasi overweight pada saham Solar Industries setelah pengumuman akuisisi Omnia, sementara bank investasi tersebut menjadi penasihat utama dalam proses penjualan potensial Finastra dan turut serta dalam konsorsium pembiayaan AirBaltic yang mengajukan perlindungan kebangkrutan.
Solar Industries mengalami penurunan nilai saham lebih dari 4% pada perdagangan Jumat, meskipun Girish Acchipalia dari Morgan Stanley tetap menilai saham tersebut overweight dengan target harga Rs 22.753. Penurunan tersebut dipicu oleh pengumuman akuisisi Omnia Holdings senilai sekitar US$1,355 miliar, yang diharapkan memperkuat posisi Solar di pasar pertambangan global.
Di sektor teknologi keuangan, Morgan Stanley ditunjuk sebagai penasihat utama Vista Equity Partners dalam meninjau opsi penjualan atau merger Finastra. Reuters melaporkan bahwa nilai perusahaan dapat mencapai US$12 miliar, didasarkan pada proyeksi EBITDA sekitar US$650 juta untuk tahun berjalan.
Sementara itu, maskapai Latvia, airBaltic, memperoleh paket pembiayaan sebesar EUR 350 juta dari konsorsium yang mencakup Morgan Stanley, Barclays, dan Oaktree Capital Management. Pendanaan ini dimaksudkan untuk restrukturisasi utang dan mendukung kelangsungan operasi selama proses Chapter 11.
Ketiga peristiwa tersebut menegaskan peran luas Morgan Stanley dalam memberikan nasihat keuangan, menilai nilai perusahaan, serta menyediakan likuiditas bagi entitas di berbagai sektor.
| Perusahaan | Peran Morgan Stanley | Nilai Transaksi | Tanggal |
|---|---|---|---|
| Solar Industries | Analisis saham, rekomendasi Overweight | US$1,355 miliar (akuisisi Omnia) | 15 Sep 2026 |
| Finastra | Penasihat penjualan/merger | US$12 miliar (estimasi nilai) | 15 Sep 2026 |
| AirBaltic | Anggota konsorsium pembiayaan | EUR 350 juta | 11 Sep 2026 |













Tinggalkan Balasan