Media Kampung, Jakarta – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat kenaikan 4,76% pada sesi perdagangan 7 September 2026, menembus level Rp 220 per lembar. Lonjakan tersebut dipicu oleh penyelesaian akuisisi penuh perusahaan tambang emas Australia, Loyal Metals, yang memperluas eksposur BUMI ke tembaga dan emas.

Data perdagangan menunjukkan volume 58.497.056 lembar dan nilai transaksi harian sekitar Rp 1,3 triliun. Kapitalisasi pasar perusahaan berada di kisaran Rp 81,69 triliun. Pada hari yang sama, indeks IHSG turun 0,25% ke 6.619,67, sementara saham-saham lain seperti BBRI dan BBCA juga mengalami penurunan.

Baca juga:

Investor asing menjadi pembeli bersih terbesar BUMI, mencatatkan net buy senilai Rp 180,5 miliar pada 7 September 2026, menurut data Stockbit Sekuritas. Sekuritas Samuel mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 300 per saham, didasarkan pada valuasi sum‑of‑the‑parts yang menilai potensi pertumbuhan dari aset tembaga‑emas serta prospek batu bara yang masih kuat.

Analisis teknikal dari Nafan Aji, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Indonesia, menilai akuisisi Loyal Metals sebagai langkah strategis jangka panjang. Ia menekankan bahwa proyek tambang Highway Reward di Indonesia, dengan mineralisasi tembaga dan emas tinggi, dapat menjadi mesin pertumbuhan baru bila berhasil melewati tahap eksplorasi hingga produksi komersial.

Baca juga:

Berikut ringkasan kunci data perdagangan BUMI pada 7 September 2026:

ParameterNilai
Harga penutupanRp 220
Volume perdagangan58,497,056 lembar
Nilai transaksi harianRp 1,3 triliun
Kapitalisasi pasarRp 81,69 triliun
Net buy investor asingRp 180,5 miliar

Pergerakan saham BUMI juga tercermin dalam daftar 10 saham teraktif pada sesi I hari 8 September 2026, yang menyoroti tingginya minat pasar terhadap saham dengan volume transaksi besar. Meskipun daftar lengkap tidak tersedia, BUMI termasuk dalam kelompok saham yang dipantau oleh investor untuk potensi pertumbuhan ke depan.

Baca juga:

Dengan prospek diversifikasi komoditas dan dukungan aliran dana asing, BUMI diperkirakan akan terus menarik perhatian pelaku pasar dalam beberapa minggu mendatang. Namun, analis mengingatkan bahwa realisasi nilai tambah dari akuisisi masih bergantung pada keberhasilan tahap eksplorasi dan pengembangan proyek tambang yang sedang berlangsung.