Media Kampung, Bandung Barat – Sejumlah siswa SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengambil inisiatif memperbaiki fasilitas ruang kelas yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut meliputi tembok yang mengelupas, papan tulis yang jebol, kaca jendela pecah, plafon rusak, hingga lampu penerangan yang tidak berfungsi.
Perbaikan dilakukan secara mandiri oleh para siswa dengan menggunakan uang kas kelas untuk membeli material seperti semen dan pasir. Salah satu siswi kelas VIII, R, menjelaskan bahwa pengerjaan perbaikan termasuk pengecatan dilakukan sendiri oleh siswa pada akhir pekan. Total pengeluaran untuk material mencapai sekitar Rp100 ribu.
Kerusakan fasilitas tersebut sudah berlangsung lama dan ada sejak siswa-siswa tersebut pertama kali masuk sekolah. Selain tembok dan papan tulis, penerangan kelas juga menjadi masalah karena beberapa lampu tidak menyala sehingga kondisi ruang belajar menjadi gelap, terutama pada pagi hari.
Siswa lain, M, menyampaikan harapannya agar pihak berwenang dapat segera melakukan perbaikan sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan tidak mengganggu konsentrasi siswa.
Dari sisi pemerintah, Kepala Seksi Kelembagaan, Sarana, dan Prasarana SMP Dinas Pendidikan KBB, Acon Supriatna, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan telah mengusulkan rehabilitasi untuk 29 ruang kelas di SMPN 2 Ngamprah sejak tahun 2025 dengan harapan memperoleh bantuan perbaikan pada tahun 2026.
Usulan tersebut telah mendapat tindak lanjut berupa survei langsung oleh tim kementerian bersama pihak sekolah. Namun, realisasi perbaikan masih menunggu program dari pemerintah pusat dan diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2027.
Perbaikan fasilitas sekolah merupakan langkah penting untuk mendukung proses belajar yang optimal. Sementara menunggu bantuan resmi, inisiatif siswa ini menjadi bukti kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap kondisi lingkungan belajar mereka.













Tinggalkan Balasan