Media Kampung, Bandung – Musisi jazz Dwiki Dharmawan melihat masa depan musik jazz di Indonesia masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Hal ini disampaikan Dwiki saat tampil di gelaran The Papandayan Jazz Festival (TPJF) 2026. Dalam acara tersebut, ia berkolaborasi dengan Dira Sugandi, Dirly Dave, dan Bandung Jazz Orchestra untuk membawakan karya-karya ikonik Frank Sinatra.
Dwiki mengaku senang bisa kembali tampil di Bandung dan berkolaborasi dengan para musisi muda dari Bandung Jazz Orchestra. “Yang keren juga, saya sebagai orang asli Bandung dan kembali ke Bandung, kolaborasi sama Bandung Jazz Orchestra, anak-anak Bandung, anak-anak muda Bandung yang bermain jazz,” ungkapnya.
Dwiki Dharmawan menyatakan bahwa keberadaan musisi muda sangat ia sambut baik. Menurutnya, ini sejalan dengan semangat yang ia bangun di sekolah musik yang ia dirikan. “Saya punya sekolah musik. Nah, di sekolah musik saya itu selain ada pelajaran musik klasik, ada juga pelajaran musik masa kini, yang kulturnya jazz,” ujarnya.
Ia menilai bahwa musik jazz tidak harus selalu dimainkan dalam format yang sama. Jazz, menurut Dwiki, bisa dikembangkan ke berbagai konsep dan kebutuhan, termasuk pertunjukan dengan tema tertentu. “Jadi sebenarnya bukan hanya untuk jazz, kita bisa ke mana aja sih. Yang mengundang wedding juga formal ini bisa membuat berbagai tema,” tuturnya.
Dari pengamatannya, Dwiki melihat minat anak-anak muda terhadap jazz sangat besar. “Kalau kita lihat di Java Jazz Festival misalnya, atau di festival Papandayan Jazz ini, kulturnya jazz ini, seru banget,” katanya.
Dwiki berharap agar musik jazz di Indonesia bisa terus berkembang melalui karya, kolaborasi, serta kehadiran generasi baru yang mampu membawa jazz ke berbagai ruang dan segmen pendengar. “Tapi yang jelas, kelihatan sekali bahwa selalu bermunculan talenta-talenta baru di jazz. Dan ini, luar biasa membanggakan buat Indonesia,” tutup Dwiki.














