Media Kampung – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai teknologi satelit Low Earth Orbit (LEO) menjadi solusi strategis untuk memperluas akses internet di wilayah terpencil Indonesia. Hal ini disampaikan Nezar dalam pernyataannya pada Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Nezar, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, pegunungan, dan daerah terpencil menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur digital. Tidak semua wilayah memungkinkan dibangun menara BTS karena faktor topografi dan keterbatasan infrastruktur pendukung.

Teknologi satelit Non-Geostationary Satellite Orbit (NGSO), khususnya LEO, menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Satelit LEO dapat melengkapi pembangunan jaringan telekomunikasi nasional yang selama ini mengandalkan BTS dan serat optik.

Nezar menekankan pentingnya konektivitas digital di wilayah terpencil untuk mendukung akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi baru. Dengan teknologi LEO, transformasi digital di daerah dapat berjalan lebih cepat dan ekonomi digital dapat berkembang lebih luas.

Selain itu, teknologi satelit berperan penting dalam menjaga layanan komunikasi saat bencana alam. Nezar mencontohkan penggunaan satelit LEO saat gangguan komunikasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat bencana. Dalam situasi darurat, konektivitas satelit menjadi solusi andalan untuk koordinasi dan pelayanan masyarakat.

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi satelit NGSO dan LEO sebagai bagian dari percepatan transformasi digital nasional dan perluasan akses internet yang merata hingga ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.