**Media Kampung, Banyuwangi -** Politeknik Negeri Jember (Polije) menghadirkan inovasi teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi dodol buah naga di UMKM Gandrung Banyuwangi, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Inovasi ini mencakup penggunaan tepung buah naga sebagai bahan baku alternatif dan mesin pengaduk otomatis yang mempercepat proses produksi.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dipimpin Findi Citra Kusumasari bersama Emi Kurniawati dan Mohammad Edwinsyah Yanuan Putra ini bertujuan mengatasi dua kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM: ketergantungan pada buah naga segar yang musiman dan proses pengadukan manual yang memakan waktu serta tenaga.
Ketua tim PkM Polije, Findi Citra Kusumasari, menjelaskan bahwa transformasi sistem produksi tidak hanya melalui modernisasi peralatan, tetapi juga dimulai dari inovasi bahan baku. “Pemanfaatan tepung buah naga memberikan fleksibilitas dalam proses produksi, sedangkan mesin pengaduk otomatis mampu meningkatkan efisiensi kerja, menjaga konsistensi kualitas produk, dan mengurangi beban kerja pelaku UMKM,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Selain menyerahkan mesin pengaduk otomatis, tim Polije juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mengenai pengoperasian mesin, penggunaan tepung buah naga, serta penerapan proses produksi yang lebih efisien dan higienis.
Pemilik UMKM Gandrung Banyuwangi, Krismina Dewi, menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, penggunaan tepung buah naga dan mesin pengaduk otomatis membantu menjaga kontinuitas produksi sekaligus meningkatkan kapasitas usaha tanpa mengubah cita rasa produk. “Penggunaan tepung buah naga sebagai bahan baku alternatif dan hadirnya mesin pengaduk dodol otomatis memberikan solusi untuk menjaga kontinuitas produksi, mengurangi waktu pengolahan, serta meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengurangi cita rasa khas dodol buah naga,” kata Krismina.
Program ini didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui platform BIMA Tahun Anggaran 2026. Melalui kolaborasi ini, hasil riset perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan langsung oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk olahan lokal.















Tinggalkan Balasan