Media Kampung – Teaching Factory (Tefa) milik Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi menjadi rujukan pengembangan pembelajaran vokasi bagi perguruan tinggi vokasi di Indonesia. Hal ini diakui oleh para direktur politeknik negeri dan akademi komunitas negeri dari berbagai daerah yang melakukan kunjungan ke sejumlah unit produksi dan pembelajaran berbasis industri milik Polije.

Direktur Polije, Saiful Anwar, menjelaskan bahwa Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan proses pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi dan pelayanan sesuai standar industri.

Polije saat ini memiliki sejumlah Teaching Factory unggulan, antara lain Tefa AutoHub, Tefa UHT, Tefa Pengolahan Produk Kopi, Tefa Green House, Tefa Ice Tube, serta Tefa Bakery and Coffee. Seluruh unit tersebut dimanfaatkan sebagai laboratorium praktik sekaligus unit produksi yang melibatkan mahasiswa secara aktif.

Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia (FDPNI), Ahyar Muhammad Diah, menilai model pembelajaran yang diterapkan Polije dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi vokasi lain. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata tentang bagaimana pembelajaran vokasi dapat terintegrasi dengan proses produksi sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia berharap setiap perguruan tinggi vokasi dapat saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan Teaching Factory. Dengan demikian, kualitas lulusan semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Melalui pengembangan Teaching Factory, Polije terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang mengedepankan pembelajaran berbasis praktik sekaligus mendukung peningkatan kompetensi lulusan yang siap memasuki dunia industri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.