Media Kampung, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengajak sektor perbankan untuk mengoptimalkan dana pihak ketiga (DPK) yang melimpah guna meningkatkan penyaluran kredit dan investasi produktif di wilayahnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang sudah mencatatkan angka positif dan menciptakan lapangan kerja lebih luas.

Forum sinergi antara Pemkab Jember, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan pimpinan perbankan di Jember menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah mempercepat penyaluran kredit dan investasi. Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menegaskan pentingnya kolaborasi agar perbankan dapat mendukung program pemerintah daerah dan memperluas pembiayaan bagi masyarakat serta dunia usaha.

Baca juga:

Optimalisasi Dana Pihak Ketiga untuk Kredit Produktif

Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,35 persen pada kuartal pertama 2026 harus dijaga dan ditingkatkan dengan memaksimalkan kontribusi investasi dan pembiayaan sektor riil. Posisi DPK di Jember yang termasuk tertinggi di kawasan Sekar Kijang menjadi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui kredit produktif.

“Kita sudah buat forum ini bukan hanya untuk berdiskusi, tapi ada komitmen dan rekomendasi agar dana pihak ketiga yang ada di Jember bisa lebih optimal disalurkan,” tegas Gus Fawait. Penyaluran kredit yang tepat diharapkan mampu meningkatkan usaha, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.

Investasi Besar di Sektor Pengelolaan Sampah

Selain mendorong penyaluran kredit, Pemkab Jember tengah membidik investasi besar di sektor pengelolaan sampah dengan nilai diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun. Investasi ini direncanakan mulai direalisasikan pada akhir 2026, dengan dukungan pemerintah pusat dan perbankan.

Baca juga:

Pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti pembangunan jalan, penerangan, jaringan air, dan listrik yang menjadi faktor kunci agar investasi dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi lebih luas.

Peran Infrastruktur Strategis dalam Mendorong Investasi

Gus Fawait mengaitkan investasi dengan pembangunan infrastruktur strategis seperti rencana jalan tol yang diarahkan masuk Jember dan kelanjutan Jalur Lintas Selatan (JLS). Pembangunan JLS telah mendapat komitmen anggaran sekitar Rp3 triliun dengan target penyelesaian pada 2029, yang akan membuka akses ekonomi dan mengubah peta investasi di wilayah tersebut.

Memperluas Akses Pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat

Untuk memperkuat akses modal masyarakat dan menggerakkan sektor riil serta UMKM, Pemkab Jember mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah daerah siap membantu perbankan mengatasi kendala penyaluran kredit selama sesuai aturan dan prosedur.

Baca juga:

Jika terdapat persoalan di luar kewenangan daerah, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat akan dilakukan. Komitmen bersama ini diharapkan memperlancar penyaluran kredit demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jember.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, dan perbankan, Jember optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan kondisi yang lebih baik untuk masyarakat dan pelaku usaha di masa mendatang.