Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Pemerintah didesak untuk segera mempercepat pencairan anggaran guna perbaikan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya prioritas keselamatan peserta didik dan hak mereka untuk tetap memperoleh pendidikan meski dalam kondisi bencana.
Prioritas Keselamatan dan Kelangsungan Pendidikan
Menurut Lalu Hadrian, bangunan sekolah yang dinilai tidak aman tidak boleh digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sebelum dinyatakan layak. Pemerintah diharapkan menyediakan ruang belajar sementara agar aktivitas pendidikan tidak terganggu selama proses perbaikan berlangsung. Pendataan menyeluruh terhadap tingkat kerusakan setiap sekolah juga menjadi langkah awal yang penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Percepatan Pencairan Anggaran dan Dukungan bagi Guru serta Siswa
Lalu menegaskan perlunya percepatan pencairan dana dari pemerintah pusat dan daerah untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang terdampak. Selain perbaikan fisik, dukungan terhadap guru dan siswa yang terdampak bencana juga harus diberikan agar proses belajar tetap optimal. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak menjadi korban kedua akibat lambatnya proses pemulihan pendidikan.
Standar Konstruksi Tahan Gempa dan Penguatan Mitigasi Bencana
Pembangunan kembali sekolah yang rusak harus menggunakan standar konstruksi yang tahan gempa untuk memberikan perlindungan lebih baik terhadap risiko bencana di masa mendatang. Selain aspek fisik, Lalu juga mendorong penguatan sistem mitigasi bencana di lingkungan sekolah melalui:
- Penyediaan jalur evakuasi yang jelas dan aman
- Simulasi gempa secara berkala
- Pelatihan bagi guru dalam penanganan bencana
- Edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan siswa
Hal ini sangat penting mengingat NTT merupakan daerah dengan risiko bencana tinggi, sehingga kesiapsiagaan harus menjadi bagian integral dari pengelolaan sekolah.
Transparansi dan Pengawasan Anggaran Rehabilitasi
Lalu Hadrian juga mengingatkan pentingnya transparansi dan pengawasan yang ketat dalam seluruh proses rehabilitasi dan pembangunan kembali sekolah terdampak. Anggaran yang dialokasikan harus tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk pemulihan pendidikan, menghindari munculnya persoalan baru akibat lemahnya pengawasan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pemulihan pendidikan di NTT dapat berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan, sehingga hak anak-anak untuk belajar tetap terpenuhi meskipun menghadapi tantangan bencana.















Tinggalkan Balasan