Media Kampung – Muslimat NU Jakarta mengumumkan tiga komitmen—berilmu, berdaya, dan menjadi teladan keluarga sakinah—untuk peran perempuan Indonesia pada Hari Kartini 2026, menegaskan tekad organisasi dalam memperkuat posisi wanita di tengah dinamika sosial modern.
Acara penyampaian komitmen berlangsung pada 21 April 2026 di Masjid Al-Ikhlas, Jakarta Pusat, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang dihadiri ribuan anggota Muslimat NU DKI serta tokoh masyarakat dan pemerhati hak perempuan.
Komitmen pertama, berilmu, menekankan pentingnya pendidikan formal dan non‑formal bagi perempuan, dengan target meningkatkan angka partisipasi perempuan dalam program beasiswa NU sebesar 30 % pada tahun 2027 melalui beasiswa, pelatihan vokasi, serta kelas literasi digital yang diselenggarakan di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Seperti yang disampaikan Ketua Muslimat NU Jakarta, Siti Nurhaliza, “Kami mendorong perempuan untuk menjadi berilmu, berdaya, dan menjadi teladan keluarga sakinah yang moderat,” menegaskan bahwa pengetahuan merupakan landasan utama pemberdayaan.
Komitmen kedua, berdaya, berfokus pada pemberdayaan ekonomi dengan meluncurkan program usaha mikro halal, koperasi wanita, dan jaringan pemasaran digital yang diharapkan dapat menciptakan 5.000 lapangan kerja baru bagi perempuan dalam tiga tahun ke depan.
Program ini juga mencakup pelatihan manajemen keuangan, pemasaran online, serta pendampingan bisnis oleh para mentor yang berpengalaman, sehingga perempuan tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pemilik usaha yang mandiri.
Komitmen ketiga, menjadi teladan keluarga sakinah yang moderat, menekankan nilai-nilai keagamaan dan sosial yang seimbang, dengan menggalakkan kegiatan keluarga harmonis, pendidikan agama yang inklusif, serta dialog antar‑generasi untuk mengurangi konflik rumah tangga.
Konteks Hari Kartini yang diperingati sejak 1909 menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa; dalam rangka memperkuat semangat tersebut, Muslimat NU Jakarta menambahkan data bahwa pada 2025 perempuan menyumbang 48,6 % tenaga kerja nasional namun masih menghadapi kesenjangan upah sekitar 23 % dibandingkan laki‑laki.
Penutup, Muslimat NU Jakarta berkomitmen akan melaporkan progres ketiga komitmen tersebut secara tahunan melalui portal resmi organisasi, sambil terus berkolaborasi dengan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta untuk memastikan perempuan Indonesia dapat berkontribusi optimal dalam pembangunan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan