Media Kampung – Gorong-Gorong Diameter Tiga Meter Diduga Picu Jalan Amblas di Jagakarsa Jakarta menjadi sorotan utama warga setelah terjadinya kerusakan parah pada Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada akhir Mei 2026. Menurut pernyataan Ketua Pelaksana Satpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, struktur saluran yang berdiameter tiga meter telah kehilangan fungsi akibat faktor usia, sehingga mengakibatkan rongga di bawah lapisan jalan dan memicu amblasnya permukaan jalan.
Latar Belakang Infrastruktur Gorong-Gorong
Gorong-gorong berukuran tiga meter tersebut dibangun pada era pembangunan infrastruktur awal Jakarta. Selama lebih dari tiga dekade, saluran ini melayani aliran limpasan air hujan serta pembuangan limbah ringan. Namun, tanpa perawatan rutin, dinding beton menunjukkan retak dan korosi, menurunkan kapasitas penahan beban jalan di atasnya. Sartian menegaskan bahwa “kemungkinan penyebabnya gorong-gorong yang sudah memakan usia” dan menambahkan bahwa indikasi kerusakan sudah terlihat sejak Kamis, 28 Mei 2026, berupa gelombang pada permukaan jalan.
Kronologi Kejadian
- 28 Mei 2026: Pengamatan awal muncul gelombang pada aspal, petugas memasang rambu peringatan.
- 29 Mei 2026: Jalan amblas di beberapa titik, mengakibatkan penutupan sebagian jalur utama.
- 29 Mei 2026 sore: Alat berat dikerahkan untuk penggalian dan pembersihan material yang menghalangi jalan.
Pada hari Jumat, 29 Mei, tim Satpel SDA mengerahkan sekitar 15 personel untuk mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas. Pelat baja dipasang pada bagian bawah jalan yang berongga untuk menambah kekuatan struktural sementara menunggu pemasangan box culvert berukuran dua meter sebagai solusi permanen.
Dampak Lalu Lintas dan Ekonomi
Akibat amblasnya jalan, arus kendaraan dari Jakarta menuju Depok mengalami kepadatan yang signifikan. Antrean kendaraan meluas hingga Flyover Tapal Kuda di depan IISIP Jakarta. Kendaraan pribadi, sepeda motor, serta beberapa kendaraan besar terpaksa menunggu giliran karena hanya sebagian badan jalan yang masih dapat dilalui. Seorang pengendara, Rian, melaporkan bahwa ia menghabiskan hampir tiga jam perjalanan sejak pukul 09.00 WIB. “Saya dari jam 9 pagi. Sekarang hampir tiga jam di jalan,” ujarnya, menambahkan harapan agar perbaikan segera selesai.
Upaya Penanganan dan Jadwal Perbaikan
Tim teknis Satpel SDA merencanakan penggantian saluran lama dengan box culvert berdiameter dua meter. Proses pemasangan diperkirakan memakan waktu dua minggu, tergantung pada kondisi cuaca. “Kalau kondisi aman, tepatnya saat cuaca mendukung, kurang lebih dua minggu,” kata Sartono. Selama fase pengerjaan, pelat baja dipasang sebagai penahan sementara, dan rambu-rambu peringatan tetap dipertahankan untuk menghindari kecelakaan.
Reaksi Masyarakat dan Harapan
Warga sekitar mengungkapkan kekhawatiran mengenai keamanan jalan dan potensi kerusakan serupa di area lain. Beberapa warga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap jaringan gorong-gorong yang berusia lebih dari 30 tahun. Di sisi lain, pihak kepolisian setempat membantu mengatur arus kendaraan dan memastikan tidak terjadi penumpukan kendaraan di area rawan.
Secara umum, masyarakat berharap perbaikan dapat selesai tepat waktu sehingga arus lalu lintas kembali normal dan aktivitas ekonomi tidak lagi terganggu. Mereka juga menuntut transparansi dalam proses perbaikan serta pemeliharaan rutin untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kesimpulannya, kerusakan pada Gorong-Gorong Diameter Tiga Meter Diduga Picu Jalan Amblas di Jagakarsa Jakarta menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur yang berkelanjutan. Penanganan cepat oleh Satpel SDA dan koordinasi lintas sektoral menjadi kunci mengembalikan mobilitas dan mengurangi dampak ekonomi yang ditimbulkan. Pemerintah daerah diharapkan meninjau kembali kebijakan perawatan jaringan saluran air guna mencegah insiden serupa pada masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan