Media Kampung, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kediri memulai persiapan pengeboran sumur dalam di area UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kediri, Jalan Lawu, Kelurahan Campur Rejo, Kecamatan Mojoroto. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi krisis air bersih akibat potensi musim kemarau panjang tahun ini.

Baca juga:

Selain itu, pengeboran sumur baru tersebut ditargetkan mampu menutup kehilangan produksi air akibat runtuhnya sumur Wilis Utara beberapa waktu lalu. Proyek ini juga memiliki misi khusus menyuplai kebutuhan air bersih ke lembaga pendidikan Sekolah Rakyat, berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati.

Lokasi dan Proses Pengeboran

Kabag Teknik PDAM Kota Kediri, Joko Widodo, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di kawasan RPH didasarkan pada hasil survei geolistrik di tiga titik alternatif, yaitu area RPH, dekat pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan pojok lapangan dekat perumahan warga. “Hasil survei menunjukkan titik di RPH yang memiliki kandungan air paling bagus. Selain itu, jarak pipa distribusi tidak terlalu jauh dan tersedia jaringan listrik 3 pas untuk operasional pompa sumur dalam,” ujar Joko, Sabtu (18/7/2026).

Baca juga:

Sumur baru direncanakan memiliki kedalaman 110 meter dengan target debit air 5-10 liter per detik. Proses pengeboran diperkirakan memakan waktu dua bulan.

Mengatasi Kekhawatiran Warga

Joko menepis kekhawatiran masyarakat di sekitar lereng Gunung Klotok mengenai potensi menyusutnya air permukaan. Ia menerangkan bahwa pengambilan air dilakukan jauh di bawah lapisan lempung (clay) pada kedalaman 50-110 meter. “Di kedalaman sekitar 40 meter ada lapisan lempung yang tidak bisa ditembus air permukaan. Jadi sumber airnya berbeda dan insyaallah tidak akan mengganggu sumur atau sumber air milik warga. Nanti setelah selesai dibor, kualitas airnya juga akan diuji di laboratorium,” tegasnya.

Baca juga:

Distribusi dan Manfaat

Pasokan air dari sumur RPH akan didistribusikan untuk melayani warga di Jalan Dr. Saharjo, Karangsono, hingga Jalan Semeru. Langkah kolaboratif antara PDAM dan BPBD ini diharapkan menjadi solusi strategis menjaga ketahanan suplai air, terutama di wilayah rawan kekeringan seperti Kelurahan Pojok dan Campurejo. Selain pelanggan rumah tangga, sumur ini akan mengalirkan pasokan air bersih sebesar 3,5 liter per detik secara berkelanjutan ke Sekolah Rakyat sesuai MoU.