Media Kampung – Harga cabai rawit di Kediri mengalami penurunan pada akhir pekan ini. Berdasarkan data dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, kondisi pasar induk yang sepi menjadi penyebab utama penurunan harga tersebut.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa harga cabai rawit merah varietas Brengos 99 turun Rp2.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit jenis Asmoro 043 turun Rp1.000 menjadi Rp29.000 per kilogram. “Hari ini harga cabai rawit merah turun lagi biarpun pasokan masih tetap, karena kondisi Pasar Induk sepi,” ujar Suyono pada Jumat, 26 Juni 2026.
Untuk jenis cabai rawit lainnya, harga Prentol Tumi 99 dan Juwita 25 F1 masing-masing berada di level Rp25.000 per kilogram. Adapun harga cabai merah besar (CMB) jenis Gada EVO rata-rata Rp17.000 per kilogram, Imola Rp16.000, dan Sandi 08 Rp15.000 per kilogram. Cabai merah keriting (CMK) varietas Boos Tavi dibanderol Rp21.000 per kilogram, sedangkan jenis Sibad 46 seharga Rp19.000 per kilogram.
Meski harga turun, pasokan cabai di Pasar Induk Pare tetap stabil. Pasokan cabai merah besar mencapai 5 ton yang berasal dari Kediri, Malang, Blitar, dan Jember. Cabai merah keriting sebanyak 2 ton dari Kediri dan Blitar. Sementara itu, pasokan cabai rawit merah mencapai 12 ton dari Kediri, Malang, dan Jawa Tengah.
Penyerapan cabai oleh sektor industri melalui glower tercatat untuk cabai merah besar sebanyak 1 ton, cabai merah keriting 1 ton, dan cabai rawit merah 1,5 ton. Selain itu, terdapat pengiriman cabai rawit merah dari Kediri ke Kalimantan sebanyak 4 ton.
Penurunan harga ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memicu kembali aktivitas perdagangan di pasar induk yang saat ini sepi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan