Media Kampung – Pemain belakang Shamrock Rovers, Pico Lopes, harus menjalani tes doping usai membantu Cape Verde lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya. Cape Verde menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapai fase knockout Piala Dunia.

Cape Verde memastikan tempat di babak 32 besar setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi di Houston, Sabtu (27/6/2026). Hasil itu cukup untuk membuat mereka finis di posisi kedua Grup H di bawah juara Eropa, Spanyol.

Lolosnya Cape Verde ke fase gugur menjadi kejutan terbesar turnamen. Negara kepulauan di Afrika Barat dengan populasi sekitar 530.000 jiwa itu kini akan menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi di babak 32 besar.

Usai laga melawan Arab Saudi, Lopes dipanggil untuk menjalani tes doping. Ia mengungkapkan hal itu dalam sambungan video dengan pelatih Stephen Bradley dan RTE. “Apa kamu bercanda?” kata Lopes saat Bradley memberi tahu bahwa ia sedang ditayangkan langsung. “Kupikir aku harus sedikit mengurangi. Percaya tidak, aku dipanggil untuk doping?”

Bradley pun bercanda, “Kau tahu? Setelah tiga penampilan terakhirmu dan cara kau mengoper bola, aku juga akan mengetesmu.”

Lopes, yang bermain untuk Shamrock Rovers di Liga Irlandia, menjadi salah satu pilar pertahanan Cape Verde selama turnamen. Ia direkrut dari diaspora melalui LinkedChat sebelum Piala Dunia. “Dua pertandingan pertama luar biasa dan memberi kami peluang besar. Itu semua tidak akan berarti jika kami menyia-nyiakannya hari ini,” tambah Lopes.

Cape Verde akan menghadapi Argentina di Miami, kota yang menjadi markas Lionel Messi, pada babak 32 besar. Jika mampu mengalahkan juara bertahan dunia tersebut, Cape Verde akan mencatatkan kisah Piala Dunia terbesar sepanjang masa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.