Media Kampung, Pulau Biak – Upacara dan parade bendera Merah Putih dilakukan di dasar laut Pulau Biak, Papua, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah penting Indonesia sekaligus ajakan untuk menjaga kelestarian laut. Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI) Tri Tito Karnavian bersama Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra dan komunitas penyelam setempat.

Upacara tersebut dilaksanakan di dua lokasi penyelaman, yaitu Catalina Point dan Dede Point, yang menyimpan reruntuhan pesawat peninggalan Perang Dunia II, termasuk pesawat pengebom amfibi Catalina milik Tentara Sekutu serta pesawat angkut Scottish Aviation Twin Pioneer peninggalan Belanda.

Baca juga:

Makna dan Sejarah Pulau Biak

Pulau Biak tidak hanya dikenal karena keindahan lautnya yang jernih dan terumbu karang yang mempesona, tetapi juga menyimpan sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pulau ini pernah menjadi pangkalan militer Jepang dan Tentara Sekutu selama Perang Dunia II. Selain itu, Biak merupakan lokasi Pangkalan Militer Utama Belanda yang menjadi target operasi infiltrasi TNI dalam Operasi Trikora saat pembebasan Papua.

Upacara Merah Putih Bawah Laut sebagai Bentuk Cinta Tanah Air

Tri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kegiatan upacara dan parade bendera Merah Putih di bawah laut merupakan wujud kecintaan terhadap Tanah Air yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan. Ia menekankan pentingnya menjaga dan mencintai laut Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa.

Baca juga:

Kegiatan ini juga diikuti dengan aksi pembersihan pantai dan penanaman mangrove melibatkan penyelam, pelajar, serta komunitas lingkungan Trash Hero, sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang peduli terhadap lingkungan.

Potensi Pulau Biak untuk Pariwisata dan Lingkungan

Biak dikenal sebagai wilayah yang sangat bersih, baik daratan maupun lautannya. Penghargaan Piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut sebagai Kota Kecil Terbersih dari Kementerian Lingkungan Hidup menjadi bukti nyata komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Pulau Biak.

Baca juga:

Keunggulan alam dan nilai sejarah yang dimiliki Biak menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Harapan ini disampaikan oleh Tri Tito Karnavian sebagai upaya mengenalkan dan melestarikan kekayaan alam serta sejarah Indonesia.

Dengan kegiatan ini, Pulau Biak diharapkan dapat menjadi simbol kecintaan bangsa Indonesia terhadap laut dan sejarah perjuangan bangsa, sekaligus mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.