Media Kampung – Harga komoditas cabai di Kediri relatif stabil pada pekan ini. Berdasarkan rilis dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, harga tertinggi tercatat pada cabai rawit merah varietas Brengos 99 yang mencapai Rp32.000 per kilogram di Pasar Induk Pare, Kamis 25 Juni 2026.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa harga cabai rawit merah mengalami penurunan akibat berkurangnya pasokan. Cabai rawit merah varietas Brengos 99 sebelumnya berada di harga Rp34.000 per kilogram, turun Rp2.000 menjadi Rp32.000. Sementara itu, cabai rawit jenis Asmoro 043 juga turun Rp2.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit jenis Prentol Tumi 99 dan Juwita 25 F1 masing-masing masih bertahan di harga Rp25.000 per kilogram.
Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting cenderung tetap stabil meskipun pasokan juga berkurang. Cabai Merah Besar (CMB) jenis Gada EVO dibanderol rata-rata Rp17.000 per kilogram di tingkat grosir. Jenis Imola dijual Rp16.000 per kilogram, dan Sandi 08 seharga Rp15.000 per kilogram. Untuk Cabai Merah Keriting (CMK), varietas Boos Tavi mencapai Rp21.000 per kilogram, sedangkan Sibad 46 di harga Rp19.000 per kilogram.
Penyerapan cabai oleh sektor industri melalui glower tercatat cukup signifikan. Cabai merah besar terserap sebanyak 1,5 ton, cabai merah keriting 1 ton, dan cabai rawit merah 2 ton. Selain itu, ada pengiriman cabai rawit merah dari Kediri ke wilayah Kalimantan sebanyak 4 ton.
Pasokan aneka cabai di Pasar Induk Pare berasal dari beberapa daerah. Cabai merah besar dipasok dari Kediri, Malang, Blitar, dan Jember dengan total 5 ton. Cabai merah keriting berasal dari Kediri dan Blitar sebanyak 2 ton. Sementara cabai rawit merah dipasok dari Kediri, Malang, dan Jawa Tengah dengan volume mencapai 12 ton.
Dengan harga yang masih terjangkau dan pasokan yang mencukupi, masyarakat Kediri dan sekitarnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan cabai tanpa tekanan harga yang berarti. Pemerintah daerah bersama APCI terus memantau dinamika pasar untuk menjaga stabilitas harga komoditas ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan