Media Kampung – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama mahasiswa internasional mengunjungi UMKM Gudange Tahu Takwa (GTT) di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Value Chain And Circular Business Enhancement Of Indonesias Local Agricultural Products yang bertujuan untuk edukasi dan pengenalan potensi industri pangan lokal.
Sebanyak 15 mahasiswa dari empat negara turut serta dalam program KKN Internasional atau Global Community Outreach ini. Delapan mahasiswa berasal dari Swedia, dua dari Belgia, tiga dari Finlandia, dan dua dari Malaysia. Mereka diajak melihat langsung proses produksi dua produk khas Kediri, yaitu tahu takwa dan getuk pisang.
Ketua Lab Production Manufacturing System ITS, Prof. Maria Anityasari, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan orientasi terkait produktivitas, peningkatan kualitas, dan pemasaran agar UMKM dapat berkembang. “Di Kediri ini unik, ada tahu, ada getuk pisang. Teman-teman luar negeri ini tidak pernah mengerti getuk pisang, mereka tahu pisang pohon. Tahu mereka tahu sutra, tapi tahu walik, stik tahu, tahu bulat tidak pernah mereka kenal. Karena itu kami ajak melihat proses produksinya,” ujarnya.
Pemilik UMKM GTT sekaligus Kepala Desa Toyoresmi, Gatot Siswanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana promosi untuk memperkenalkan produk unggulan daerah. “Tamu dari mana pun kami layani dengan baik, karena ini membawa nama daerah dan citra perusahaan kami,” katanya. Gatot berharap kunjungan ini membawa dampak positif bagi UMKM GTT, tidak hanya sekadar kunjungan tetapi juga memberikan kemajuan.
Salah satu mahasiswa asal Swedia, Hugo Liedstrom, mengaku kagum dengan proses produksi yang dilakukan UMKM GTT. Ia menilai produk lokal yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang.
UMKM GTT berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk khas daerah guna mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian kuliner tradisional Kabupaten Kediri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan