Media Kampung, Kediri — Sebanyak 248 siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Kamis, 16 Juli 2026, di gedung SD Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri. Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk memetakan kondisi kesehatan peserta didik sebelum memulai proses belajar pada tahun ajaran 2026/2027, sekaligus mendukung upaya deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi tes kebugaran, pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, kesehatan mata, serta pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Seluruh pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Percepat Proses Panen, MKSO Kebun Dhoho Kediri Terapkan Teknologi Grab Loader
Baca juga:
Percepat Proses Panen, MKSO Kebun Dhoho Kediri Terapkan Teknologi Grab Loader

Pemetaan Kesehatan dan Deteksi Dini

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, mengatakan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar pemetaan kondisi kesehatan seluruh siswa sehingga setiap peserta didik yang memiliki faktor risiko dapat memperoleh penanganan lebih lanjut.

“Cek kesehatan ini bertujuan memastikan seluruh siswa memulai kegiatan belajar dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental. Hasil pemeriksaan akan kami gunakan untuk memetakan kondisi kesehatan siswa. Jika ditemukan faktor risiko, akan dilakukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan agar penanganannya bisa dilakukan sedini mungkin,” ujar Bambang.

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur sebagai Provinsi dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
Baca juga:
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur sebagai Provinsi dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Ia juga mengingatkan adanya potensi gangguan kesehatan selama musim kemarau saat ini. Menurutnya, lokasi sekolah yang berada di kawasan perkebunan serta aktivitas pembangunan yang masih berlangsung dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Anak-anak perlu membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola makan, beristirahat yang cukup, serta mematuhi arahan guru. Dengan begitu, mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa mengabaikan kondisi kesehatannya,” ujarnya.

CKG Bukan Seleksi, Semua Siswa Diterima

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri, Fadeli, menegaskan bahwa Cek Kesehatan Gratis merupakan agenda wajib yang berfungsi sebagai dasar pembinaan kesehatan peserta didik, bukan sebagai proses seleksi untuk menentukan kelayakan siswa mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

2 Pelaku Pengeroyokan Kediri Tertangkap Setelah Kabur
Baca juga:
2 Pelaku Pengeroyokan Kediri Tertangkap Setelah Kabur

“CKG bukan bagian dari proses seleksi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan setiap siswa sehingga sekolah dapat memberikan pembinaan yang sesuai. Contoh, apabila ditemukan penyakit menular, siswa akan mendapatkan penanganan terlebih dahulu, kita karantina sampai sembuh, sebelum nantinya bisa kembali mengikuti kegiatan belajar bersama. Namun, seluruh siswa tetap diterima dan mendapatkan hak yang sama untuk belajar di Sekolah Rakyat,” kata Fadeli.

Salah seorang siswa, Ahmad Rizqi Ramadhan, mengaku senang mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut karena membuatnya lebih mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal masuk sekolah. “Saya senang mengikuti pemeriksaan ini. Hasilnya baik dan saya tidak memiliki keluhan kesehatan. Saya juga senang bisa bersekolah di sini karena bisa mendapatkan banyak teman baru,” ucapnya.