Media Kampung – Harga cabai di Kediri mengalami penurunan pada akhir pekan lalu. Berdasarkan rilis Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, harga grosir cabai besar jenis Sandi 08 menjadi yang terendah, yaitu Rp15.000 per kilogram di Pasar Induk Pare, Sabtu, 27 Juni 2026.
Sementara itu, harga tertinggi tercatat pada cabai rawit merah varietas Brengos 99 yang mencapai Rp30.000 per kilogram. Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, mengatakan penurunan harga terjadi karena pasokan bertambah, terutama untuk cabai rawit merah dan cabai merah keriting.
Berikut rincian harga aneka cabai di tingkat grosir Pasar Induk Pare:
- Cabai Merah Besar (CMB) Gada EVO: Rp17.000/kg
- Cabai besar Imola: Rp16.000/kg
- Cabai besar Sandi 08: Rp15.000/kg
- Cabai Merah Keriting (CMK) Boos Tavi: Rp20.000/kg (turun Rp1.000)
- Cabai keriting Sibad 46: Rp18.000/kg (turun Rp1.000)
- Cabai Rawit Merah (CRM) Brengos 99: Rp30.000/kg
- Cabai rawit Asmoro 043: Rp27.000/kg (turun Rp2.000)
- Cabai rawit Prentol Tumi 99: Rp24.000/kg (turun Rp1.000)
- Cabai rawit Juwita 25 F1: Rp24.000/kg (turun Rp1.000)
Selain harga, APCI juga mencatat penyerapan cabai oleh industri melalui glower mencapai 2 ton cabai merah besar, 1 ton cabai merah keriting, dan 2 ton cabai rawit merah. Pengiriman cabai rawit merah dari Kediri ke Kalimantan mencapai 4 ton.
Pasokan cabai di Pasar Induk Pare berasal dari berbagai daerah. Cabai merah besar didatangkan dari Kediri, Malang, Blitar, dan Jember sebanyak 5 ton. Cabai merah keriting dari Kediri dan Blitar sebanyak 2 ton, sedangkan cabai rawit merah dari Kediri, Malang, dan Jawa Tengah sebanyak 15 ton.
Dengan pasokan yang melimpah, harga cabai di Kediri diperkirakan tetap stabil dalam waktu dekat. Masyarakat dapat memanfaatkan harga murah untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan