Media Kampung – Penipuan digital melalui aplikasi berbahaya semakin mengancam keamanan transaksi perbankan, khususnya pengguna BRImo. Fitur Kill Switch BRImo hadir sebagai solusi cepat untuk menanggulangi dampak kejahatan tersebut, terutama setelah korban mengakses tautan malware yang berpotensi menguras saldo rekening.

Kejadian yang menimpa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jember menjadi gambaran nyata risiko dari penipuan digital ini. Korban yang tidak sadar telah menginstal aplikasi jahat melalui tautan undangan pernikahan berbentuk APK, mendapati saldo rekening pribadinya langsung berkurang drastis. “Saya tidak menyadari ada link mencurigakan di media sosial YouTube. Beberapa jam setelah mengklik, saya menerima notifikasi transaksi yang tidak saya lakukan dan saldo saya langsung berkurang dari Rp 800 ribu,” ungkap Nuki Hadinata kepada RRI pada 25 Mei 2026.

Pelaku kejahatan memanfaatkan rasa penasaran korban dengan menyebarkan malware yang meminta izin akses ke fitur sensitif ponsel. Ketika izin diberikan, pelaku seolah mendapatkan kendali penuh atas perangkat korban seperti memberikan ‘kunci rumah’ ponsel tersebut. Akibatnya, transaksi tanpa izin dapat terjadi dengan cepat dan merugikan nasabah.

Menanggapi fenomena ini, Manajer Operasional dan Layanan BRI Branch Office Jember, Saiftinanda Wildan Pratama, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mencegah penipuan digital. BRI juga rutin melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat melalui berbagai platform serta kunjungan langsung ke instansi dan lembaga pendidikan. Langkah ini diiringi dengan peningkatan sistem keamanan aplikasi secara berkala, termasuk penambahan fitur keamanan untuk melindungi data nasabah.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan nasabah ketika sudah terlanjur mengakses tautan berbahaya adalah mengaktifkan fitur Kill Switch BRImo. Fitur ini memungkinkan penonaktifan akses akun BRImo secara cepat melalui beberapa cara, seperti mengakses menu Pusat Bantuan di aplikasi bila masih dapat digunakan, menghubungi Contact BRI di nomor 1500017 untuk pemblokiran langsung, memanfaatkan layanan Asisten Virtual BRI “Sabrina” melalui WhatsApp, atau menggunakan fitur Disable Card di Internet Banking BRI.

Setelah melakukan pemblokiran akun, disarankan untuk segera melakukan Factory Reset pada ponsel yang terinfeksi agar malware benar-benar hilang sebelum digunakan kembali untuk login. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan data dan mencegah akses tidak sah di kemudian hari.

Kasus penipuan digital yang dialami oleh Nuki Hadinata menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran dan tindakan cepat dalam menghadapi ancaman siber. Dengan fitur Kill Switch BRImo dan dukungan edukasi dari BRI, nasabah diharapkan lebih terlindungi dan siap menghadapi berbagai modus penipuan yang terus berkembang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.