Media KampungAtlet Kyokushin Jember kembali menunjukkan prestasi gemilang dengan meraih empat medali emas dalam kejuaraan nasional yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta asal Jepang. Kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan atlet Kyokushin di Kabupaten Jember.

Dalam kompetisi yang berlangsung baru-baru ini, DKKI Jember Dojo Vanabakti berhasil membawa pulang total empat emas, satu perak, dan dua perunggu dari nomor kumite maupun kata. Ajang tersebut diikuti sekitar 296 peserta yang berasal dari 12 perguruan atau organisasi Kyokushin di seluruh Indonesia dan Jepang.

Budi Rahardjo, Ketua Cabang Olahraga Kyokushin Jember, menyatakan bahwa pencapaian ini menandakan perkembangan positif pembinaan atlet usia dini hingga remaja di Jember. Ia menjelaskan, “Persaingan sangat ketat karena diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah dan bahkan ada peserta dari Jepang.”

Empat medali emas yang diraih terdiri dari beberapa kategori berbeda. Kent Ethan Yang berhasil meraih emas pada kategori kumite usia 7–8 tahun kelas 26–30 kilogram. Gibran Ali Al Ayubbi menyumbang emas di kategori one match usia 6 tahun kelas maksimal 45 kilogram. Susana Rafael Jon meraih emas pada kategori wanita usia 17 tahun ke atas kelas 61–65 kilogram, sementara Kennet Lie Sasongko berhasil meraih emas di kategori usia 15–16 tahun kelas 51–55 kilogram.

Selain itu, Mario Andre Suharyadi mendapat medali perak pada kategori usia 11–12 tahun kelas 41–45 kilogram. Sementara dua medali perunggu diraih oleh M. Zidan Pratama Ozin untuk kategori usia 15–16 tahun kelas 61–65 kilogram dan Maximus Maurichio Wong pada kategori kata usia 15–16 tahun.

Budi berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih giat menekuni olahraga bela diri, khususnya Kyokushin. Ia juga menginginkan prestasi atlet Jember ini dapat membawa nama daerah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. “Alhamdulillah atlet Jember mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Persaingan ketat ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah dan bahkan ada peserta dari Jepang,” tuturnya.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga bela diri di Jember semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional. Dengan dukungan yang terus diberikan, diharapkan atlet-atlet muda Jember bisa terus mengukir prestasi di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.