Media Kampung – Jember memperingati Hari Buku Sedunia 2026 dengan serangkaian acara literasi yang melibatkan sekolah, perpustakaan, dan komunitas lokal.

Acara dibuka pada 23 April 2026 di Balai Kota Jember, menandai momentum global untuk mempromosikan kebiasaan membaca.

Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan lebih dari 30 program, termasuk lomba menulis cerpen, pameran buku, dan bazaar literasi.

Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Lembaga Perpustakaan Nasional.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat kepemilikan buku per rumah tangga di Jember naik menjadi 62% pada 2025.

Perpustakaan Umum Jember menyumbangkan lebih dari 5.000 eksemplar buku baru, mencakup fiksi, non‑fiksi, serta literatur anak.

Para penulis lokal diminta mengisi stan khusus untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik.

Komunitas “Baca Jember” menyelenggarakan sesi diskusi daring yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari seluruh provinsi.

Dalam rangka memperluas jangkauan, acara juga disiarkan secara live di kanal resmi pemerintah Kabupaten Jember.

Sejumlah sekolah menampilkan drama adaptasi novel klasik, menegaskan pentingnya seni dalam proses literasi.

Guru Bahasa Indonesia di SMA 1 Jember menyiapkan materi khusus tentang cara menilai kualitas buku secara kritis.

Pengunjung bazaar dapat memperoleh voucher diskon hingga 30% untuk pembelian buku di toko mitra.

Petugas kebersihan ditugaskan khusus untuk menjaga kenyamanan area acara selama tiga hari penuh.

Transportasi umum ditambah frekuensi pada hari perayaan untuk memudahkan akses warga.

Selain kegiatan utama, Jember menggelar lomba ilustrasi buku anak yang menarik lebih dari 150 karya peserta.

Para juri menilai berdasarkan kreativitas, pesan edukatif, dan kesesuaian dengan tema Hari Buku Sedunia.

Pemenang lomba akan memperoleh penghargaan serta kesempatan mempublikasikan ilustrasinya secara nasional.

Pemerintah daerah juga meluncurkan program “Buku untuk Desa”, yang menyalurkan buku bacaan ke sekolah-sekolah terpencil.

Program ini menargetkan 50 desa di wilayah Jember dalam lima tahun ke depan.

Kepala Dinas Kebudayaan menyatakan bahwa upaya ini diharapkan menurunkan tingkat buta huruf secara signifikan.

Sejumlah sponsor korporat, termasuk penerbit besar, turut berkontribusi dengan mendonasikan buku dan menyediakan ruang pamer.

Bank Central Asia (BCA) memberikan beasiswa literasi bagi 100 siswa berprestasi.

Pengunjung dapat mengikuti kuis interaktif mengenai sejarah Hari Buku Sedunia untuk mendapatkan hadiah menarik.

Penelitian singkat yang dilakukan oleh Universitas Jember menunjukkan peningkatan motivasi membaca setelah acara.

Responden mengungkapkan keinginan untuk mengunjungi lebih banyak perpustakaan setelah terinspirasi oleh kegiatan.

Keberhasilan perayaan ini diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan kerangka kerja untuk replikasi program serupa pada tahun berikutnya.

Dengan dukungan semua pihak, Hari Buku Sedunia 2026 di Jember menciptakan momentum positif bagi budaya membaca.

Saat ini, tim penyelenggara tengah menyiapkan laporan akhir dan rencana tindak lanjut untuk 2027.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.