SBY Absen Upacara Hari Pancasila, Jadi Pembicara TYI Lecture Series di Bandung
Media Kampung – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dipastikan tidak menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan digelar pada Senin, 16 Juni 2025, di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat. Hal ini menjadi perhatian publik mengingat pentingnya momentum peringatan Hari Pancasila yang rutin digelar setiap tahun.
Agenda SBY di Bandung hingga 1 Juni
Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, mengungkapkan bahwa saat ini SBY sedang berada di Bandung dan memiliki rangkaian agenda yang telah dijadwalkan hingga tanggal 1 Juni mendatang. “Sekarang kami sedang berada di Bandung. Dan Pak SBY sudah ada serangkaian acara di Bandung sampai tanggal 1 nanti,” ujar Andi saat dihubungi pada Sabtu, 30 Mei 2025.
Andi juga mengisyaratkan bahwa kemungkinan besar SBY tidak akan menghadiri upacara Hari Pancasila tahun ini. Pernyataan senada disampaikan oleh Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, yang menegaskan bahwa SBY tidak akan hadir dalam upacara yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut. “Mohon maaf beliau tidak hadir,” kata Herzaky.
SBY Menjadi Pembicara di TYI Lecture Series
Alasan utama ketidakhadiran SBY dalam upacara tersebut adalah karena beliau memiliki agenda lain yang sudah terjadwal, yakni menjadi salah satu pembicara dalam acara TYI Lecture Series di Bandung. “Beliau menjadi salah satu pembicara dalam TYI Lecture Series,” ujar Herzaky Mahendra Putra.
Keputusan SBY untuk berpartisipasi dalam TYI Lecture Series di Bandung ini menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam ranah pendidikan dan diskursus intelektual, meskipun harus melewatkan momen nasional seperti Upacara Hari Pancasila. Dalam acara tersebut, SBY diharapkan membagikan wawasan dan pengalamannya sebagai mantan Presiden RI dalam berbagai bidang, termasuk politik dan pembangunan nasional.
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Hari Pancasila
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia saat ini, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan menjadi inspektur upacara dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Pusat pada Senin, 16 Juni 2025. Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menyatakan bahwa upacara ini akan dilaksanakan di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta, dan dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Pada sore harinya, pukul 17.00 WIB, akan dilaksanakan upacara penurunan bendera, namun tanpa dihadiri tamu undangan.
Undangan untuk Presiden dan Wakil Presiden Terdahulu
BPIP juga mengundang seluruh Presiden dan Wakil Presiden terdahulu untuk hadir dalam peringatan Hari Pancasila. Sekretaris Utama BPIP, Toni Agung, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi kehadiran dari masing-masing tokoh tersebut. “Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua presiden maupun wakil presiden pastinya kita undang semuanya,” ujarnya.
Refleksi dari Ketidakhadiran SBY
SBY absen upacara Hari Pancasila, jadi pembicara TYI Lecture Series di Bandung, menunjukkan dinamika peran seorang tokoh nasional yang tetap aktif berkontribusi meski tidak hadir dalam acara kenegaraan tertentu. Keputusan SBY untuk fokus pada agenda akademik dan intelektual di Bandung dapat dipandang sebagai upaya memperluas peran serta pengaruhnya di luar lingkup politik formal.
Meski demikian, kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara memberikan warna baru dalam peringatan Hari Pancasila tahun ini, menandai kesinambungan kepemimpinan nasional dan penghormatan terhadap nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.
Penutup
SBY absen upacara Hari Pancasila, jadi pembicara TYI Lecture Series di Bandung, menjadi sorotan penting dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini. Dengan jadwal yang padat di Bandung hingga awal Juni, SBY memilih berkontribusi melalui forum intelektual yang diadakan TYI Lecture Series. Sementara itu, peringatan Hari Pancasila di tingkat pusat tetap berjalan khidmat dengan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, serta undangan terbuka kepada seluruh mantan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.
Keputusan tersebut mencerminkan keberagaman cara berkontribusi bagi negara dan bangsa, sekaligus menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan