Remaja Asal Sigli Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Arus di Pantai Pulau Kapuk Lhoknga

Media Kampung – Seorang remaja bernama Razi Fahreza, usia 13 tahun, warga Desa Dayah Caleu, Sigli, ditemukan meninggal dunia pada Selasa pagi (2 Juni 2026) setelah terseret arus saat mandi di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Pencarian intensif yang dilakukan selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil oleh tim SAR gabungan.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula pada Minggu (31 Mei 2026) sekitar pukul 15.55 WIB saat Razi bersama keluarganya sedang mandi di kawasan wisata Pantai Pulau Kapuk. Korban terseret arus dan dilaporkan hilang oleh pengunjung lain di lokasi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banda Aceh pada pukul 16.30 WIB.

Operasi Pencarian SAR

Setelah menerima laporan, Basarnas Banda Aceh segera mengerahkan tim SAR gabungan yang bekerja selama tiga hari. Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menyatakan pencarian hari ketiga melibatkan dua tim, yakni:

  • Tim pertama melakukan pencarian menggunakan satu unit LCR di sekitar lokasi kejadian dan menyisir laut ke arah utara sejauh tiga kilometer.
  • Tim kedua melakukan scouting darat dari lokasi kejadian ke arah tenggara dan barat laut sejauh dua kilometer.

Pencarian intensif ini berhasil menemukan korban pada Selasa pagi sekitar pukul 10.25 WIB. Korban ditemukan terdampar di pantai pada koordinat 527 54.7 N 9514 29.6 E, sekitar 500 meter dari lokasi terakhir ia terseret arus.

Evakuasi dan Penanganan

Korban yang telah meninggal dunia langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan untuk penanganan lebih lanjut. Operasi pencarian pun diusulkan untuk ditutup pada pukul 11.00 WIB setelah seluruh unsur SAR mengonfirmasi keberhasilan pencarian.

Unsur yang Terlibat dan Peralatan SAR

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai instansi dan unsur, antara lain Basarnas Banda Aceh, Pos TNI AL Lhoknga, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, Yon Kikav, serta masyarakat setempat. Beberapa peralatan yang digunakan dalam operasi antara lain:

  • Satu unit rescue car double cabin
  • Satu unit LCR
  • Peralatan SAR air dan komunikasi
  • Responder bag

Ucapan Terima Kasih

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat atas kerja sama dalam pelaksanaan operasi pencarian sehingga korban dapat ditemukan. Semua unsur SAR kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing setelah operasi resmi ditutup.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.