Media Kampung – Operasi pencarian pada hari kedua terhadap pemancing yang terseret arus laut di Pantai Bukit Suroyo, Watu Ulo, Kabupaten Jember, terus digalakkan oleh tim SAR gabungan setelah kejadian awal pada pagi hari.

Tim SAR memulai pencarian pukul 07.00 WIB dengan briefing menyeluruh, kemudian membagi zona pencarian menjadi dua sektor utama untuk mempercepat proses penemuan korban.

Search and Rescue Unit (SRU) 1 menelusuri perairan menggunakan perahu karet Basarnas serta jukung milik potensi SAR, dengan pola pencarian paralel yang mencakup area seluas kira‑kira 25,6 mil laut.

SRU 2 melakukan penyisiran sepanjang garis pantai, bergerak ke arah barat dan timur dari titik kejadian selama sekitar 12,3 kilometer, memanfaatkan pengetahuan lokal untuk menutup celah pencarian.

Korban yang masih dicari bernama Moh Ali Makrus, 33 tahun, warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, dilaporkan hilang setelah ombak kuat menyeretnya menjauh dari perahu.

Operasi melibatkan Basarnas Banyuwangi, Pos AL Puger, Satpolair Jember, potensi SAR Rimba Laut, MDMC, perangkat desa setempat, serta keluarga korban, menunjukkan sinergi lintas lembaga dalam situasi darurat.

Kondisi cuaca di lokasi tercatat hujan dengan tinggi gelombang 2,5‑4 meter, angin bertiup dari timur ke barat sekitar 5 km/jam, dan arus laut mengarah ke barat‑barat daya dengan kecepatan 0,5‑1,5 knot.

“Kami mengimbau seluruh tim untuk tetap mengutamakan keselamatan mengingat gelombang tinggi dan arus kuat,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menegaskan prioritas keselamatan personel.

Jika korban berhasil ditemukan, rencana evakuasi segera dilakukan ke Puskesmas Ambulu untuk penanganan medis lebih lanjut, sesuai prosedur standar penanganan kecelakaan laut.

Tim SAR berkomitmen melanjutkan pencarian dengan menyesuaikan taktik berdasarkan perkembangan situasi lapangan, termasuk penambahan sumber daya jika diperlukan.

Insiden serupa sering terjadi di perairan pantai selatan Jawa Timur, terutama saat kondisi cuaca berubah cepat, menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan bagi para nelayan dan pemancing.

Hingga saat ini, korban belum berhasil ditemukan, namun operasi tetap berlangsung intensif dengan harapan menemukan jejak terakhir di area pencarian yang telah ditetapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.