Media Kampung – Petani sawit swadaya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tengah berjuang mewujudkan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) milik sendiri melalui koperasi. Investasi yang dibutuhkan mencapai Rp250 miliar, termasuk biaya pembangunan pabrik sekitar Rp120 miliar dan kebutuhan operasional serta infrastruktur pendukung.

Upaya ini dilakukan melalui Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya (KSMJ) yang dibentuk oleh tujuh koperasi primer. Sekitar 2.000 petani dengan total lahan 6.000 hektare telah tergabung dan memenuhi berbagai persyaratan legalitas.

Ketua KUD Tani Subur, Sutiyana, mengungkapkan perjuangan pembangunan PKS telah berlangsung selama tiga tahun. Sebanyak 16 persyaratan dari pemerintah dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah dipenuhi secara bertahap. “Kami sudah berjuang selama tiga tahun. Persyaratannya cukup berat, ada sekitar 16 syarat yang harus dipenuhi. Tapi kami terus berproses karena kami yakin ini akan menjadi lompatan besar bagi petani,” ujar Sutiyana.

Lahan seluas 16 hektare untuk lokasi pabrik telah disiapkan dan memiliki status Hak Guna Bangunan (HGB). Dokumen perizinan lingkungan dan kesiapan manajemen juga telah dilengkapi. Koperasi telah mengalokasikan hampir Rp5 miliar dari sumber daya internal untuk memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.

Keberadaan PKS milik petani diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar dan pendapatan petani yang selama ini hanya menjual tandan buah segar (TBS). Selain itu, pabrik di dekat sentra kebun rakyat akan memangkas biaya transportasi dan memperpendek rantai pasok. Sutiyana menambahkan, “Semangat petani luar biasa. Kami sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mempersiapkan semuanya. Karena kami percaya ini akan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan petani.”

Jika terealisasi dengan dukungan BPDP, PKS ini berpotensi menjadi salah satu pabrik kelapa sawit pertama di Indonesia yang dimiliki petani swadaya melalui skema koperasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.