Media Kampung – Kehadiran keluarga BYD M6 yang kini semakin lengkap menjadi sorotan utama di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, secara langsung mengunjungi booth BYD pada Kamis, 30 Juli 2028, untuk menyaksikan peluncuran dua model terbaru BYD M6 dengan teknologi Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM).
Kunjungan Menteri Perindustrian ini disambut oleh Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, beserta Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, BYD memperkenalkan BYD M6 Dual Mode, sebuah model yang diproduksi sepenuhnya secara lokal di Indonesia. Kendaraan ini dirancang sebagai solusi mobilitas keluarga dengan pendekatan electric-first yang menggabungkan pengalaman berkendara kendaraan listrik dan fleksibilitas teknologi Dual Mode.
BYD M6 DM menawarkan efisiensi konsumsi bahan bakar yang telah teruji hingga mencapai 65 kilometer per liter, menjadikannya pilihan yang ekonomis dan ramah lingkungan. Selain itu, BYD juga meluncurkan generasi terbaru BYD M6 EV sebagai pelengkap keluarga BYD M6 di pasar Indonesia.
Kehadiran kedua model ini menandai fase baru bagi BYD M6 di Indonesia, memberikan pilihan mobilitas yang beragam bagi konsumen. Dengan opsi teknologi EV maupun DM, masyarakat dapat memilih kendaraan sesuai dengan kebutuhan, gaya hidup, dan karakter perjalanan masing-masing.
Menteri Perindustrian memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen BYD dalam memproduksi BYD M6 DM secara lokal. Langkah ini tidak hanya memperkuat industri manufaktur otomotif di dalam negeri, tetapi juga mendukung inovasi kendaraan berbasis energi baru. Upaya BYD ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional yang maju dan berdaya saing di tingkat global.
Melalui pengembangan teknologi kendaraan listrik dan Dual Mode yang inovatif, BYD turut berkontribusi pada percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar utama dan pusat produksi kendaraan energi baru di kawasan Asia Tenggara.















Tinggalkan Balasan