Media Kampung, Tojo Una-una – Sebuah speedboat yang mengangkut 11 wisatawan mancanegara (WNA) mengalami kecelakaan di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, pada Jumat malam (24/7/2026). Seluruh penumpang asing ditemukan selamat setelah berjam-jam terombang-ambing, namun nakhoda kapal, Ardiansyah, masih dinyatakan hilang.

Ilustrasi kapal tenggelam. Foto: Shutterstock
Insiden terjadi sekitar pukul 21.00 WITA, ketika kapal yang membawa 11 WNA dan dua awak buah kapal (ABK) itu dilaporkan tak kunjung tiba di Pelabuhan Marisa.
Kronologi Keberangkatan dan Hilang Kontak
Kapal bertolak pada Jumat pagi (24/7) dari sebuah resor di Tojo Una-una menuju Pelabuhan Marisa, Sulawesi Utara, dengan perkiraan tiba pukul 11.00 WITA. Namun, hingga pukul 15.00 WITA, kapal belum juga muncul. Pemandu wisata setempat kemudian melaporkan situasi tersebut ke pihak kepolisian.
Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto, menyatakan bahwa laporan diterima pada Jumat petang. “Kami menerima informasi dari pemandu wisata bahwa kapal yang membawa 11 WNA dan dua awak tidak sampai sejak pagi. Namun, karena cuaca malam kurang mendukung, operasi SAR baru dimulai Sabtu pagi,” ujarnya.
Tiga Tim SAR Dikerahkan
Basarnas membentuk tiga unit reaksi cepat pencarian dan pertolongan (SRU). SRU pertama menggunakan KN KAL Limboto menyisir area seluas lebih dari 200 mil laut persegi. SRU kedua dengan RIB 03 Gorontalo mencari di radius 50 mil laut persegi di sepanjang lintasan pelayaran. Sementara SRU ketiga memanfaatkan speedboat untuk pencarian di area yang sama guna mempercepat proses.
Setelah sekitar satu hari pencarian, ke-11 WNA berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. “Alhamdulillah, semua korban WNA ditemukan dengan selamat. Mereka sudah dievakuasi ke resor di Tojo Una-una,” kata Heriyanto.
Kapal Patah Jadi Dua, Nakhoda Masih Hilang
Informasi dari para korban mengonfirmasi bahwa speedboat yang mereka tumpangi patah menjadi dua bagian setelah dihantam ombak besar, lalu tenggelam. Hingga kini, satu orang masih dalam pencarian, yaitu Ardiansyah, nahkoda kapal.
“Operasi SAR akan dilanjutkan sesuai SOP selama tujuh hari ke depan. Kami berharap nakhoda segera ditemukan,” tegas Heriyanto.
Seluruh WNA yang selamat saat ini tengah beristirahat di penginapan resor dan kondisinya stabil. Pihak berwenang belum merilis identitas lengkap para penumpang maupun kronologi detail penyebab kejadian. Basarnas mengimbau masyarakat dan operator wisata untuk selalu memantau kondisi cuaca sebelum berlayar di perairan Teluk Tomini yang dikenal memiliki gelombang tinggi secara tiba-tiba.














Tinggalkan Balasan