Tragedi Serangan Drone dalam 3 Hari di Sudan

Media Kampung – Dalam 3 Hari, 67 Orang Tewas akibat Serangan Drone di Sudan yang terjadi pada akhir pekan lalu. Serangan-serangan tersebut berlangsung mulai Jumat hingga Minggu, menyebabkan kerugian besar terutama di wilayah Kordofan. Kejadian ini menambah panjang daftar korban sipil yang terus berjatuhan dalam konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun di Sudan.

Lokasi dan Korban

Salah satu lokasi terdampak adalah desa Kadam di negara bagian Kordofan Barat. Laporan dari kelompok HAM dan advokasi masyarakat sipil lokal menyebutkan bahwa dalam serangan yang terjadi di sana, setidaknya 8 anak-anak dan 2 perempuan menjadi korban tewas. Para korban tersebut merupakan pengungsi yang melarikan diri dari Abu Kershola, Kordofan Selatan menuju Kadam. Ironisnya, mereka diserang saat berada di jalur pengungsian, di wilayah yang saat ini dikendalikan oleh Rapid Support Forces (RSF).

The Emergency Lawyers, kelompok yang mendokumentasikan konflik, menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi di wilayah sipil tanpa aktivitas operasi militer. Namun, mereka tidak secara eksplisit menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini.

Serangan di Desa Al-Murra dan Tanggung Jawab RSF

Sementara itu, di Kordofan Utara, pemimpin suku lokal melaporkan bahwa sebanyak 57 warga tewas akibat serangan drone di desa Al-Murra pada hari Jumat. Desa ini merupakan kawasan yang menjadi rebutan antara Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF. Pemimpin suku tersebut menuding RSF sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini.

Peningkatan Serangan Drone dalam Konflik Sudan

Dalam 3 Hari, 67 Orang Tewas akibat Serangan Drone di Sudan merupakan bagian dari meningkatnya intensitas serangan drone dalam beberapa bulan terakhir. Kedua kubu yang bertikai, yaitu RSF dan pemerintah Sudan, sama-sama menggunakan drone sebagai alat tempur dalam konflik yang berkepanjangan ini.

Kepala Badan Kemanusiaan PBB (OCHA), Tom Fletcher, mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan pertama tahun 2026, setidaknya 700 warga sipil tewas akibat serangan drone. Jika dikalkulasikan selama empat tahun terakhir, RSF telah menewaskan sekitar 200.000 warga dan memaksa 11 juta orang mengungsi. Konflik ini juga menyebabkan jutaan orang lainnya menghadapi ancaman kelaparan dan krisis kemanusiaan yang serius.

Dampak Kemanusiaan dan Kondisi Warga Sipil

Serangan drone yang terjadi dalam 3 hari terakhir ini memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah sangat kritis di Sudan. Banyak warga sipil yang menjadi korban bahkan ketika mereka berusaha mengungsi dan mencari tempat aman. Wilayah Kordofan, yang menjadi lokasi utama bentrokan dan serangan drone, kini menjadi zona konflik yang sangat berbahaya bagi masyarakat lokal.

Bentrokan yang terus berlangsung, khususnya antara RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan, tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memicu gelombang pengungsian dalam skala besar dan kelaparan yang meluas. Situasi ini membutuhkan perhatian dan tindakan segera dari komunitas internasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.

Harapan akan Perdamaian dan Stabilitas

Dalam 3 Hari, 67 Orang Tewas akibat Serangan Drone di Sudan menjadi peringatan keras akan urgensi penyelesaian konflik yang berkepanjangan ini. Penyelesaian damai antara pihak-pihak yang bertikai sangat dibutuhkan untuk menghentikan kekerasan dan memperbaiki kondisi hidup warga sipil. Komunitas internasional diharapkan dapat memperkuat tekanan diplomatik dan dukungan kemanusiaan agar Sudan dapat keluar dari krisis ini dan membangun masa depan yang stabil dan damai bagi seluruh rakyatnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.