Media Kampung – Sebuah bom meledak di daerah Tirus, Lebanon selatan, dekat sektor komando Divisi 36 tentara Israel pada Rabu (17/6/2026). Ledakan itu menewaskan seorang sersan senior dan melukai tujuh tentara lainnya, termasuk sejumlah perwira tinggi. Insiden ini menambah daftar panjang korban di pihak Israel akibat perlawanan Hizbullah di Lebanon selatan.
Menurut laporan Channel Kan Israel, di antara yang terluka adalah wakil komandan Divisi 36 yang berpangkat kolonel, serta seorang komandan batalion di Brigade Cadangan ke-556 yang berpangkat letnan kolonel. Kejadian bermula saat sebuah tim tempur dari elemen markas wakil komandan Divisi 36 bersama personel Brigade Givati melakukan patroli di daerah Litani dekat kota Taybeh. Sebuah alat peledak rakitan meledak mengenai pasukan tersebut. Pasukan Pendudukan Israel (IOF) menyatakan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut masih berlangsung.
Ledakan ini terjadi hanya beberapa jam setelah lima tentara Israel terluka akibat serangan dua drone bermuatan bahan peledak yang menargetkan pasukan dan unit evakuasi dalam serangan terpisah. Salah satu tentara dilaporkan dalam kondisi serius. Data dari rumah sakit di Israel mencatat bahwa hingga saat ini terdapat 1.331 korban luka di front utara setelah pemberlakuan gencatan senjata dengan Iran, sementara 913 korban luka dilaporkan dari sektor yang sama setelah gencatan senjata dengan Lebanon.
Sementara itu, Hizbullah terus melanjutkan operasinya di Lebanon selatan. Kelompok tersebut menargetkan konsentrasi pasukan Israel dan kendaraan militer, serta melakukan penyergapan terhadap unit penyerang. Serangan-serangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan gencatan senjata, ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel masih tinggi.
Sebelumnya, pada 14 Juni 2026, militer Israel meluncurkan serangan udara di pinggiran selatan Beirut dan beberapa wilayah di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya tujuh orang. Serangan itu terjadi tanpa peringatan evakuasi kepada warga sipil. Militer Israel mengklaim serangan tersebut mengenai target strategis milik Hizbullah. Agresi ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mendesak kabinet untuk membom wilayah Dahiyeh sebagai respons atas serangan drone Hizbullah di Israel utara.
Secara keseluruhan, sejak 2 Maret 2026, kampanye pengeboman Israel di Lebanon telah menewaskan hampir 3.800 orang, melukai 11.700 warga, dan memaksa lebih dari 1,5 juta orang mengungsi. Otoritas Lebanon mencatat bahwa serangan Israel terus berlanjut meskipun ada kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan pada 15 Juni 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan