Media KampungSerangan Rusia menewaskan setidaknya 27 orang di beberapa wilayah Ukraina hanya beberapa jam sebelum batas waktu usulan gencatan senjata tanpa batas yang dijadwalkan mulai tengah malam, menambah ketegangan di tengah upaya perdamaian.

Di kota Zaporizhzhia, empat bom udara berpemandu dan serangan drone Shahed menewaskan minimal 12 orang serta melukai 20 korban lain, menghancurkan sejumlah bangunan sipil, permukiman, dan tempat usaha, menurut Gubernur Ivan Fedorov.

Di Kramatorsk, tiga bom udara dilaporkan menewaskan enam orang dan melukai 12 orang, menambah daftar korban tewas dalam serangkaian serangan udara yang berlangsung sejak awal minggu.

Di Dnipro, serangan Rusia menewaskan empat orang, meski pejabat setempat menyebut tiga korban tewas dan 16 orang luka, empat di antaranya dalam kondisi serius, menyoroti dampak kemanusiaan yang terus meningkat.

Wilayah Poltava mencatat lima orang tewas akibat serangan, sementara di Sumy terdapat enam orang yang terluka, memperlihatkan penyebaran serangan ke berbagai provinsi Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengutuk serangan tersebut dengan menyebutnya “serangan teroris yang benar-benar sinis dan tidak masuk akal, tanpa makna militer sama sekali,” menegaskan bahwa aksi tersebut tidak memiliki tujuan strategis.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menegaskan, “Hanya beberapa jam sebelum usulan gencatan senjata Ukraina berlaku, Rusia tidak menunjukkan tanda‑tanda bersiap untuk mengakhiri permusuhan. Sebaliknya, Moskow meningkatkan teror,” menyoroti kegagalan Rusia menghentikan serangan.

Rusia sebelumnya mengumumkan rencana gencatan senjata pada 8‑9 Mei, bertepatan dengan peringatan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman, namun Ukraina menolak, mengajukan gencatan senjata tanpa batas waktu yang dimulai tengah malam Rabu (21.00 GMT), dan menuntut respons Moskow.

Di sisi lain, serangan drone Ukraina di wilayah Chuvashia, Rusia, menewaskan dua orang, sementara kantor berita TASS melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menahan 93 drone dalam periode tujuh jam, menunjukkan eskalasi serangan timbal balik.

Situasi kini tetap tegang, dengan tim medis terus mengobati korban, infrastruktur sipil rusak, dan diplomasi internasional menunggu respons konkret, sementara warga Ukraina menantikan kepastian apakah gencatan senjata akan benar‑benar dilaksanakan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.