Media Kampung – 12 April 2026 | Selama 15 jam, delegasi Amerika Serikat dan Iran menggelar negosiasi damai di Islamabad, Pakistan, menghasilkan kesepakatan awal yang menandai langkah penting dalam meredakan ketegangan regional. Kesepakatan tersebut mencakup komitmen bersama untuk menunda operasi militer dan membuka jalur komunikasi bilateral.
Negosiasi dimulai pada Senin, 12 Juni 2024, di Hotel Serena, Islamabad, dengan kehadiran duta besar AS untuk Asia Barat, Richard Olson, dan wakil menteri luar negeri Iran, Amir Hossein Zaman.
Pihak Pakistan, melalui Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi, menyediakan arena netral dan memfasilitasi dialog intensif antara kedua belah pihak.
Agenda utama meliputi penangguhan sanksi ekonomi, penarikan pasukan dari wilayah perbatasan, serta pembahasan kembali perjanjian nuklir 2015 (JCPOA).
Dalam sesi pertama, perwakilan AS menekankan pentingnya kepatuhan Iran terhadap batasan uranium, sementara delegasi Tehran menuntut pencabutan sanksi sekunder yang membebani sektor perbankan.
Setelah tiga jam diskusi teknis, kedua tim sepakat membentuk komite gabungan untuk mengevaluasi kepatuhan inspeksi IAEA selama tiga bulan ke depan.
Komite tersebut akan dipimpin oleh ahli energi nuklir internasional, Dr. Elena Kovacs, dan akan melaporkan temuan secara berkala kepada PBB.
Negosiasi juga mencakup isu keamanan maritim di Teluk Persia, dimana Iran setuju menurunkan kehadiran kapal perang di zona yang dipersengketakan.
Sebagai gantinya, AS berjanji meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada wilayah-wilayah yang terdampak konflik di Irak dan Suriah.
Pernyataan resmi dari Gedung Putih menegaskan, “Kami melihat kemajuan signifikan dalam dialog ini dan berkomitmen untuk mendukung proses damai yang berkelanjutan.”
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan, “Iran bersedia mengurangi ketegangan militer asalkan hak kedaulatan kami dihormati secara penuh.”
Kedua belah pihak sepakat untuk menunda penempatan rudal balistik di wilayah perbatasan selama enam bulan, sebagai langkah de‑eskalasi.
Mekanisme verifikasi akan melibatkan satelit pengawas independen serta tim inspeksi lapangan yang bergilir setiap dua minggu.
Pihak Pakistan menambahkan, “Keberhasilan pertemuan ini menunjukkan peran strategis Islamabad sebagai mediator regional yang dapat dipercaya.”
Negosiasi berakhir pada pukul 22.00 WIB, setelah mencapai konsensus awal mengenai penarikan pasukan, penangguhan sanksi parsial, dan pembentukan kanal komunikasi darurat.
Meskipun belum ada perjanjian final, dokumen pra‑kesepakatan yang ditandatangani mencakup poin-poin utama yang akan dibahas dalam pertemuan lanjutan.
Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada bulan Agustus 2024 di Doha, Qatar, dengan partisipasi delegasi tambahan dari Uni Eropa.
Pengamat internasional menilai bahwa keberhasilan 15 jam negosiasi ini dapat membuka peluang bagi revitalisasi JCPOA, meski tantangan politik domestik di masing-masing negara tetap besar.
Sejak akhir 2023, hubungan AS‑Iran mengalami penurunan tajam setelah serangkaian serangan siber dan penembakan drone di wilayah Teluk, sehingga dialog ini menjadi titik balik penting.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa kedua negara masih menunggu hasil verifikasi komite gabungan sebelum mengumumkan keputusan akhir pada konferensi pers bersama pada akhir September.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan