Media Kampung – Nganjuk, Kediri, dan Jombang bersatu menggerakkan rencana pembangunan flyover Mengkreng untuk mengurai kemacetan, meski proyek masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat.
Pertemuan ketiga bupati bulan lalu menghasilkan kesepakatan konkret, dan koordinasi terus berlanjut dari tingkat provinsi hingga pusat untuk mempercepat realisasi.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyatakan dokumen sudah siap dan mereka akan mengajukan konsultasi ke Gubernur Jawa Timur, menekankan besarnya kebutuhan dana sekitar Rp 800 miliar.
Pembiayaan dipertimbangkan dalam dua skema: pertama, seluruh biaya ditanggung pemerintah pusat; kedua, pusat menanggung pembangunan tetapi biaya pembebasan lahan menjadi tanggungan masing-masing kabupaten.
Untuk Nganjuk, diperkirakan diperlukan lahan seluas sekitar 500 meter persegi dengan biaya pembebasan kira‑kira Rp 15 miliar, meski angka ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai desain akhir.
Plt Kepala Dinas PUPR Nganjuk, Onny Supriyoni, menjelaskan bahwa Kementerian PU masih menyusun Detail Engineering Design (DED), sehingga area yang akan terpengaruh belum dapat dipastikan secara mutlak.
Flyover ini diharapkan menjadi solusi utama mengurangi kepadatan lalu lintas di Simpang Mengkreng, yang selama ini menjadi titik rawan macet karena volume kendaraan yang terus meningkat.
Hingga kini, proses perizinan dan koordinasi masih berjalan, dan pihak terkait menunggu persetujuan akhir dari pemerintah pusat untuk melanjutkan tahap konstruksi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan