Media Kampung – Gus Ipul, Menteri Sosial, menyatakan bahwa Sekolah Rakyat telah berhasil meningkatkan kesehatan, karakter, dan prestasi siswa dari keluarga rentan, memutus rantai kemiskinan. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers pemerintah di Auditorium Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu 6 Mei 2026.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif lintas sektor yang mencakup Cek Kesehatan Gratis, penanganan tuberkulosis, serta akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini tidak terjangkau. Program ini berlandaskan Pasal 34 Undang‑Undang Dasar 1945 yang menegaskan kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak terlantar.
Data DTSEN menunjukkan mayoritas peserta berasal dari desil 1 dan 2, dengan sekitar 60 % orang tua bekerja sebagai buruh atau tenaga harian lepas, 67 % berpenghasilan di bawah satu juta rupiah per bulan, dan 65 % memiliki lebih dari empat tanggungan. Sebagian anak bahkan belum pernah bersekolah atau pernah putus sekolah sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat.
Penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan aktif berbasis data, verifikasi lapangan, dan dialog dengan orang tua, kemudian ditetapkan oleh pemerintah daerah. Untuk tahun ajaran 2026, target penerimaan ditetapkan sebanyak 32.640 siswa baru.
Saat ini Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, melayani lebih dari 14.936 siswa. Jumlah tersebut mencerminkan pertumbuhan signifikan dibandingkan fase awal program.
Setelah sembilan bulan berjalan, indikator kesehatan menunjukkan perbaikan signifikan; banyak siswa yang sebelumnya mengalami kekurangan gizi, anemia, atau kebugaran rendah kini mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan serta konsentrasi belajar yang lebih baik. Gus Ipul menekankan, “Anak yang sehat memiliki kesempatan belajar yang jauh lebih baik.”
Dari sisi karakter, perubahan perilaku terlihat jelas; siswa menjadi lebih disiplin, percaya diri, mandiri, dan mengurangi kecanduan gadget. Orang tua melaporkan anak mereka lebih rajin beribadah, bangun pagi, dan membantu pekerjaan rumah tangga.
Prestasi akademik juga mulai muncul, dengan rencana kelulusan 453 siswa pertama dari jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun 2026, yang diarahkan melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja terampil. Salah satu siswa meraih Juara 2 pada Senkaido Open International Karate Championship 2025, sementara 162 siswa mencatat prestasi di tingkat nasional, 87 di provinsi, dan 75 di kabupaten/kota.
Gus Ipul menegaskan seluruh proses penyelenggaraan Sekolah Rakyat dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Mohammad Qodari menambahkan pentingnya intervensi kesehatan sejak dini melalui sekolah untuk deteksi dan penanganan masalah kesehatan lebih cepat.
Dengan jaringan yang terus meluas dan dukungan kementerian terkait, Sekolah Rakyat diproyeksikan dapat menambah ribuan siswa baru pada tahun-tahun mendatang, memperkuat upaya pemerintah memutus siklus kemiskinan. Pengawasan berkelanjutan dan evaluasi data diharapkan menjadikan program contoh keberhasilan kebijakan sosial‑ekonomi berbasis pendidikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan