Media Kampung – Kota Kinabalu – Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan peningkatan dana hibah khusus interim untuk Sabah dari RM600 juta menjadi RM1.5 miliar. Keputusan ini diambil sebagai langkah sementara sembari menunggu mekanisme pelaksanaan untuk pembayaran hak 40 persen yang telah disepakati dalam Malaysia Agreement 1963 (MA63).

Dalam pidatonya di Festival Kaamatan tingkat negeri yang berlangsung pada 30 Mei 2026, Anwar menegaskan komitmen pemerintah Madani untuk memenuhi janji kepada semua kelompok etnis dan agama. “Saya tidak ingin dikenal sebagai pemimpin yang melanggar janji,” ujarnya.

Anwar juga menekankan pentingnya implementasi hak 40 persen untuk Sabah, menyatakan bahwa tidak ada perdebatan mengenai kebijakan ini dan tantangan kini adalah bagaimana cara melaksanakannya. Dia menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah untuk mengalihkan penghematan dari belanja kementerian ke program-program yang langsung bermanfaat bagi rakyat.

Pemotongan pengeluaran pemerintah mencakup pembatasan perjalanan luar negeri bagi menteri dan penghematan dalam pelaksanaaan program pelatihan yang kini dilaksanakan di fasilitas pemerintah, bukan di hotel mewah. “Jika kita tidak bijak dalam berbelanja, negara tidak akan selamat. Uang yang kita hemat akan dikembalikan kepada rakyat,” tegas Anwar.

Selain itu, Anwar juga menyampaikan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata dan pembangunan di Sabah melebihi proyeksi awal, memicu perlunya percepatan peningkatan infrastruktur, khususnya di Bandara Internasional Kota Kinabalu (KKIA). Dia menyatakan bahwa peningkatan jumlah wisatawan ke Sabah menciptakan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki dan memperluas fasilitas yang ada.

Perdana Menteri memberikan apresiasi kepada kepemimpinan Ketua Menteri Sabah, Datuk Seri Hajiji Noor, yang dinilai moderat dan fokus pada pembangunan serta kesejahteraan rakyat. Pembangunan dan program bantuan seperti Sumbangan Tunai Rahmah (STR) diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah yang lebih terpinggirkan di seluruh negara, termasuk Sabah dan Sarawak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.