Media Kampung – Jakarta, 29 Mei 2026 – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi mengalami volatilitas tinggi setelah penyesuaian portofolio mengikuti rebalancing indeks MSCI yang berlaku pasca penutupan pasar hari ini.

IHSG dibuka melemah 17,42 poin ke 6.112,77 namun berhasil merayap naik menjadi 6.185,17 pada pukul 10.21 WIB, menandakan pergerakan yang belum stabil.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai aksi jual masif dapat terjadi pada saham yang dikeluarkan dari MSCI, sehingga volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi.

Guru Besar Ekonomi Unair, Rahma Gafmi, menambahkan bahwa pelemahan rupiah ke kisaran Rp17.700‑Rp17.800 per dolar memperparah tekanan moneter global dan menurunkan daya tarik instrumen domestik.

Analisis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mencatat support IHSG di kisaran 6.000‑6.070 poin dan resistance di 6.200‑6.300 poin, mengingat aliran dana asing masih net sell.

Pemerintah juga sedang menyiapkan insentif pajak bagi kendaraan listrik berbasis baterai nikel, yang dapat memberi dukungan positif bagi emiten terkait di tengah gejolak pasar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.