Media KampungChristian Pulisic, bintang tim nasional Amerika Serikat (USMNT), menghadapi tekanan besar di Piala Dunia 2026 setelah cedera betis dan performa yang kurang konsisten. Namun, mantan pelatih kepala USMNT Gregg Berhalter justru membela Pulisic dan menyoroti masalah taktik tim dalam memanfaatkan pemain berjuluk ‘Captain America’ itu.

Pulisic mengalami cedera betis saat latihan dan kembali cedera saat laga pembuka melawan Paraguay pada 12 Juni. Ia pun absen saat USMNT mengalahkan Australia pada 19 Juni. Meski kembali menjadi starter di dua pertandingan berikutnya, Pulisic belum menemukan ritme terbaiknya. Kritik muncul setelah ia dianggap kurang terlibat dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia di babak 32 besar, 1 Juli.

Berhalter, yang kini melatih Chicago Fire, dalam acara ‘Coaches Corner’ di FanDuel pada 2 Juli menilai bahwa masalahnya bukan pada performa Pulisic, melainkan kurangnya strategi untuk mengoptimalkannya. “Tetap melebar, dapatkan bola, hadapi lawan, dan pemain lain berlari dari sana. Saya rasa kita tidak cukup melakukan itu. Tidak ada cukup intensi untuk memberikan bola kepada Christian di posisi-posisi itu agar ia bisa bergerak bebas,” ujar Berhalter.

Pulisic sendiri sudah terbiasa dengan tekanan. Sebelum turnamen, ia sempat tidak mencetak gol untuk AC Milan maupun USMNT selama enam bulan pertama 2026. Dalam wawancara dengan Newsweek pada 4 Juni, ia mengatakan, “Saya hanya menjaga rutinitas. Memiliki sistem pendukung di sekitar saya sangat membantu. Terkadang, membiarkan diri saya sedikit terdistraksi karena ketika saya terlalu banyak berpikir, justru segalanya menjadi lebih buruk.”

Kini USMNT harus menghadapi Belgia di babak 16 besar di Seattle pada 6 Juli tanpa striker utama Folarin Balogun yang terkena kartu merah. Ini menjadi ujian besar bagi Pulisic untuk membuktikan kemampuannya. Jika menang, AS akan lolos ke perempatfinal untuk pertama kalinya sejak 2002.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.