Media Kampung – Insiden kartu merah yang diterima penyerang timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, dalam laga Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola. Kartu merah tersebut diberikan setelah Balogun melanggar bek Bosnia, Tarik Muharemović, pada menit ke-61 pertandingan babak 32 besar yang digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Rabu (1/7/2026).

Kronologi Insiden

Dalam perebutan bola, Balogun menginjak bagian belakang kaki Muharemović hingga area pergelangan kaki. Wasit asal Brazil awalnya membiarkan permainan berlanjut, namun setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, ia memutuskan untuk memberikan kartu merah langsung kepada Balogun. Keputusan ini membuat Amerika Serikat bermain dengan 10 pemain selama 35 menit terakhir.

Reaksi Pelatih dan Pemain

Pelatih kepala AS, Mauricio Pochettino, menyatakan bahwa tekel tersebut bukanlah pelanggaran kartu merah. Menurutnya, itu adalah aksi normal dalam sepak bola yang terjadi secara tidak sengaja tanpa ada niat buruk. Pemain AS, Weston McKennie dan Tyler Adams, juga angkat bicara. Mereka menilai bahwa setelah melihat tayangan ulang, pelanggaran itu tidak disengaja dan paling banter hanya layak mendapatkan kartu kuning.

Menariknya, para pemain AS tidak terpengaruh secara mental oleh kartu merah tersebut. Bek Tim Ream bahkan mengaku tidak merasakan perbedaan signifikan saat bermain dengan 10 orang. Hal ini menunjukkan kekompakan dan mentalitas kuat tim AS yang akhirnya tetap mampu menambah gol melalui Malik Tillman pada menit ke-82 dan memenangkan pertandingan 2-0.

Dampak bagi Amerika Serikat

Dengan kartu merah langsung, Balogun otomatis mendapat larangan bermain satu pertandingan. Ia dipastikan absen pada laga babak 16 besar melawan Belgia, Senin (6/7/2026). Ini menjadi pukulan berat karena Balogun merupakan pencetak gol terbanyak tim dengan tiga gol di turnamen ini. Federasi Sepak Bola AS (US Soccer) telah mengonfirmasi bahwa tidak ada jalur banding untuk membatalkan larangan tersebut. Aturan FIFA menyatakan bahwa keputusan wasit terkait fakta permainan, termasuk kartu merah, tidak dapat diprotes atau diajukan banding oleh tim atau federasi. Banding hanya dimungkinkan jika komite disiplin FIFA menjatuhkan hukuman tambahan di luar larangan otomatis.

Desakan kepada Presiden Trump

Insiden ini memicu gelombang protes dari penggemar dan komentator sepak bola AS. Banyak yang mendesak Presiden Donald Trump untuk turun tangan mengingat hubungan dekatnya dengan FIFA. Trump sebelumnya menerima FIFA Peace Prize dari Presiden FIFA Gianni Infantino pada Desember lalu. Komentator Clay Travis bahkan menulis bahwa jika Trump mengumumkan pembatalan kartu merah tersebut, hal itu akan memecahkan rekor internet. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih maupun Trump sendiri.

Terlepas dari kontroversi, Amerika Serikat berhasil meraih kemenangan bersejarah—kemenangan pertama mereka di babak gugur Piala Dunia sejak 2002. Namun, absennya Balogun menjadi tantangan besar bagi tim asuhan Pochettino saat menghadapi Belgia.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.