Karma di Stadion Azteca: Tuchel Yakin Inggris Balas Dendam 1986
Media Kampung – Timnas Inggris akan menghadapi tuan rumah Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Senin (06/07) pukul 07.00 WIB. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, optimistis timnya akan mendapatkan karma positif di stadion yang menyimpan kenangan kelam bagi Inggris, yaitu kekalahan 1-2 dari Argentina di perempat final Piala Dunia 1986 akibat gol kontroversial Tangan Tuhan Diego Maradona.
“Itu akan membalas kami. Kami akan mendapatkannya kembali. Ini adalah karma. Karma akan kembali kepada kami. Kami akan membalikkan keadaan,” ujar Tuchel penuh optimisme, seperti dilansir dari The Athletic. Tuchel yang saat itu berusia 13 tahun masih ingat jelas kejeniusan dan kontroversi Maradona. “Dua gol melawan Inggris – satu yang merupakan dribel, dan satu lagi yang tidak akan pernah disahkan hari ini,” kenangnya.
Misi Berdamai dengan Azteca
Laga kontra Meksiko dipandang Tuchel sebagai kesempatan emas untuk menulis ulang sejarah. “Ini adalah momen besar untuk berdamai dengan stadion dan membalikkan keadaan,” katanya. Ia ingin pasukannya terinspirasi dari gambar Gary Lineker dan Peter Shilton yang menghiasi pusat latihan St George’s Park. Namun, ia sadar akan atmosfer intimidatif suporter tuan rumah. “Ini adalah stadion yang ikonik. Ini adalah pertandingan ikonik untuk melawan Meksiko di Meksiko. Ini akan melawan seluruh negara, energi dari seluruh stadion di negara mereka,” imbuh Tuchel.
Adaptasi Ketinggian Ekstrem
Untuk mengatasi tantangan fisik, skuad Inggris dijadwalkan tiba di Meksiko satu malam lebih awal guna beradaptasi dengan ketinggian 2.200 meter. Fokus maksimal dibutuhkan agar Inggris bisa melangkah ke perempat final dan bersua pemenang antara Brasil atau Norwegia.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.




















Tinggalkan Balasan