Media Kampung – Jakarta – Penyanyi asal Kolombia, Shakira, kembali menjadi sorotan dengan lagu resmi Piala Dunia 2026 berjudul “Dai Dai” yang ia bawakan bersama Burna Boy. Keterlibatannya kali ini dinilai sangat spesial karena ia menyebut Piala Dunia sebagai momen yang mampu menyatukan masyarakat di tengah kondisi sosial dan politik global yang sensitif. Shakira menegaskan bahwa semangat persatuan akan menjadi pesan utama dari penampilannya.
Shakira akan tampil bersama Madonna dan BTS sebagai headliner di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Final Halftime Show yang dijadwalkan berlangsung 19 Juli 2026. Ia mengaku telah lama memiliki kedekatan dengan sepak bola dan pertama kali tampil di Piala Dunia sekitar dua dekade lalu. Namanya mulai lekat dengan turnamen ini sejak membawakan lagu “Waka Waka (This Time for Africa)” pada 2010.
“Setiap Piala Dunia selalu magis. Saya pikir yang satu ini akan benar-benar tentang menyatukan orang-orang di momen yang sangat sensitif secara sosial dan politik,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Media Kampung, Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam proyek lagu “Dai Dai”, Shakira menggandeng musisi Inggris Ed Sheeran sebagai salah satu penulis lagu. Menurutnya, Sheeran langsung menyambut tawaran itu karena menulis lagu untuk seluruh dunia merupakan impiannya. Shakira menambahkan, “Jika saya tahu sesuatu, itu adalah ini musik dan sepak bola menggerakkan massa. Masing-masing membangkitkan gairah dalam diri orang. Gairah itulah yang menjadi kesamaan.”
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino membela kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026 yang menuai kritik. Ia menegaskan bahwa penetapan harga sudah sesuai standar penyelenggaraan olahraga besar di kawasan Amerika Utara. FIFA menetapkan harga tiket mulai dari 140 dolar untuk pertandingan awal hingga 8.680 dolar untuk laga final di New Jersey. Infantino menjelaskan bahwa harga rata-rata tiket masih di bawah 500 dolar dan sebanding dengan pertandingan besar lain.
“FIFA menegaskan bahwa struktur harga tiket telah disesuaikan dengan standar industri olahraga profesional di Amerika Utara. FIFA juga menyatakan bahwa seluruh kebijakan telah melalui kajian hukum dan evaluasi bersama para ahli terkait,” ujarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan