Media Kampung – Penyerapan tenaga kerja di Amerika Serikat mengalami perlambatan signifikan pada Juni 2026, meskipun tingkat pengangguran justru menurun. Data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menunjukkan bahwa nonfarm payrolls hanya bertambah 57.000 pada bulan lalu, jauh di bawah ekspektasi pasar. Angka ini juga disertai revisi penurunan pada data dua bulan sebelumnya, yang mengikis optimisme terhadap pemulihan pasar tenaga kerja.

Penurunan Dipimpin Sektor Rekreasi dan Perhotelan

Penurunan tajam dalam penyerapan tenaga kerja terutama dipicu oleh sektor rekreasi dan perhotelan, yang mencatat kontraksi terbesar sejak 2020. Menurut BLS, hal ini mencerminkan penyerapan tenaga kerja musiman yang lebih lemah dari biasanya, setelah sektor tersebut mencatat peningkatan kuat pada Mei. Sejumlah ekonom sebelumnya memperkirakan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang dimulai pada Juni dapat mendongkrak lapangan kerja di sektor ini, namun kenyataannya tidak demikian.

Tingkat Pengangguran Turun, Partisipasi Angkatan Kerja Merosot

Di sisi lain, tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,2% pada Juni, dari 4,3% pada Mei. Namun, penurunan ini tidak sepenuhnya positif karena disertai dengan penurunan tajam tingkat partisipasi angkatan kerja, yang turun menjadi 61,5% – level terendah dalam lebih dari lima tahun. Tingkat partisipasi untuk pekerja usia produktif (25–54 tahun) juga turun menjadi 83,3%, menyamai level terendah sejak 2023. Beberapa ekonom menilai bahwa penurunan ini kemungkinan merupakan anomali statistik, karena setelah disesuaikan dengan perubahan populasi, angka tersebut tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya.

Reaksi Pasar dan Prospek Suku Bunga

Data ketenagakerjaan yang mengecewakan ini langsung memicu reaksi di pasar keuangan. Indeks S&P 500 dibuka menguat, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) menurun. Investor juga memangkas taruhan mereka terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve, meskipun mereka tetap memperkirakan setidaknya akan ada satu kali kenaikan pada tahun ini.

Neil Dutta, kepala ekonom di Renaissance Macro Research, menilai bahwa laporan ketenagakerjaan Juni jelas mengecewakan, tetapi seharusnya tidak mengubah pandangan utama terhadap prospek ekonomi. “Poin utamanya di sini adalah pasar tenaga kerja mencerminkan kondisi ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan ekonomi sedang tidak merata, dan begitu pula dengan pasar tenaga kerjanya,” ujarnya.

Dua Survei Berbeda

Laporan pekerjaan bulan Juni terdiri dari dua survei: survei rumah tangga dan survei pemberi kerja. Survei rumah tangga, yang digunakan untuk menghitung angka pengangguran dan tingkat partisipasi, menunjukkan hasil yang lebih lesu meskipun sifatnya lebih fluktuatif. Sementara itu, survei pemberi kerja (nonfarm payrolls) memberikan gambaran tentang jumlah lapangan kerja yang tercipta. Perbedaan hasil antara kedua survei ini menambah kompleksitas dalam membaca kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.