Media Kampung – Presiden Belarus Alexander Lukashenko melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1-2 Juli 2026, menandai babak baru hubungan bilateral setelah 13 tahun sejak kunjungan pertamanya pada 2013. Kunjungan ini menjadi momen penting karena Lukashenko merupakan tamu negara pertama yang menginap di Istana Negara Jakarta.
Dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung Lukashenko dengan upacara kenegaraan. Keduanya menyaksikan penandatanganan tujuh nota kesepahaman (MoU) dan meluncurkan roadmap kerja sama bilateral yang mencakup sektor strategis seperti ekonomi, perdagangan, dan sumber daya.
Sejarah Hubungan Diplomatik
Hubungan diplomatik Indonesia dan Belarus resmi dimulai pada 1993, namun kerja sama antar kedua negara telah terjalin sejak era Uni Soviet. Presiden Lukashenko menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara, dengan kesamaan pandangan dalam isu internasional termasuk perjuangan anti-kolonialisme di forum PBB.
“Kita sudah berhubungan selama lebih dari 30 tahun sejak hubungan diplomatik ditetapkan pada 1993. Bahkan sebelumnya sudah ada pengalaman kerja sama antara Uni Soviet dan Indonesia,” ujar Lukashenko dalam jumpa pers bersama.
Momen Bersejarah: Tamu Negara Pertama yang Menginap di Istana
Keistimewaan kunjungan kali ini adalah Lukashenko menjadi tamu negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara. Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan pengawalan pasukan berkuda dan patroli motor, diiringi tarian tradisional Enggang dari Kalimantan Timur sebagai simbol penghormatan.
Setelah penandatanganan buku tamu, Lukashenko secara spontan memberikan pulpen yang digunakannya kepada Presiden Prabowo, yang kemudian disimpan di dalam jas. Momen ini menunjukkan keakraban kedua pemimpin.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa kunjungan balasan ini diharapkan semakin mempererat hubungan kedua negara dan memperkuat kerja sama dalam meningkatkan ekonomi serta alternatif sumber daya yang dibutuhkan Indonesia.
Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Belarus pada 3 Juli, yang memperingati pembebasan Minsk dari Nazi pada 1944. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan ucapan selamat kepada Lukashenko, menekankan kerja sama erat kedua negara dalam kerangka Union State.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan