Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meminta seluruh personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut Prabowo, penguasaan AI menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern yang semakin kompleks, seperti judi online dan kejahatan siber. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional.
“Terus tingkatkan profesionalisme. Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan (AI). Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, cerdas, dan andal,” ujar Presiden dalam amanatnya.
Enam Pesan Prabowo untuk Polri
Selain mendorong penguasaan AI, Presiden menyampaikan lima pesan penting lainnya sebagai pedoman bagi institusi kepolisian:
- Menjaga kepercayaan masyarakat – Kepercayaan publik merupakan modal terbesar polisi, sehingga integritas dan profesionalisme harus dijaga.
- Selalu hadir melayani masyarakat – Polri harus benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan rakyat.
- Menegakkan hukum secara adil – Berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan membela kebenaran.
- Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan AI – Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci menghadapi kejahatan digital.
- Memperkuat sinergi antar lembaga – Kerja sama dengan TNI, pemerintah, akademisi, media, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha sangat penting.
- Terus berbenah dan terbuka terhadap kritik – Polri harus terus memperbaiki diri, tidak sombong, dan berani melakukan perubahan.
Judi Online dan Kejahatan Siber Jadi Sorotan
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti sejumlah kejahatan yang merugikan Indonesia, termasuk judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, tambang ilegal, perkebunan ilegal, dan kejahatan kerah putih. Ia mengapresiasi kerja sama Polri dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberantas judi online yang masih marak.
Instruksi Presiden ini menegaskan bahwa transformasi digital menjadi fokus utama penguatan institusi kepolisian. Penguasaan AI diharapkan tidak hanya membantu mengungkap kejahatan siber, tetapi juga meningkatkan kemampuan analisis data, investigasi digital, dan pencegahan tindak kriminal berbasis teknologi.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan