Media Kampung – Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan jajaran direksi dalam waktu berdekatan. Perubahan ini terjadi di PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Pos Indonesia (Persero), dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda-beda.

KAI Ganti Nomenklatur dan Direktur Baru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merombak jajaran direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 30 Juni 2026. Dalam keputusan tersebut, KAI memberhentikan Rafli Yandra dari jabatan Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha serta mengangkat mantan Direktur Utama PT Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, sebagai Direktur Komersial. Perombakan ini sekaligus mengubah nomenklatur jabatan Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha menjadi Direktur Komersial.

Selain Rafli, KAI mengukuhkan pemberhentian Heru Kuswanto dari jabatan Direktur Pengelolaan Sarana dan Prasarana. Namun, Heru kemudian kembali diangkat sebagai Direktur Pengelolaan Sarana dalam struktur direksi baru. KAI juga mengubah nomenklatur empat jabatan lain, antara lain Direktur Operasi menjadi Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area I, serta Direktur Keselamatan dan Keamanan menjadi Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area II.

Susunan direksi KAI setelah RUPST tetap dipimpin Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama dan Dody Budiawan sebagai Wakil Direktur Utama. Direksi lainnya meliputi Dendy Kurniawan (Direktur Komersial), Heru Kuswanto (Direktur Pengelolaan Sarana), Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat (Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko), I Gede Darmayusa (Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi), serta Indarto Pamoengkas (Direktur Keuangan dan Umum).

ADHI Tunjuk Direktur Baru Usai Pengunduran Diri

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2026 di ADHI Tower, Jakarta. Salah satu agenda utama rapat adalah perubahan susunan pengurus perseroan setelah menerima surat pengunduran diri Vera Kirana dari jabatan Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko pada 12 Mei 2026.

Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui pengangkatan Rozi Sparta sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Manajemen Risiko. Dengan keputusan tersebut, Ki Syahgolang Permata tidak lagi merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko dan kembali fokus menjalankan tugas sebagai Direktur Human Capital dan Legal. Manajemen ADHI menyatakan perubahan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga kesinambungan operasional, serta mendukung pencapaian target kinerja dan strategi pertumbuhan perseroan.

Susunan Dewan Komisaris ADHI tetap tidak berubah. Sementara susunan Direksi ADHI setelah RUPSLB terdiri dari sejumlah nama yang telah ditetapkan.

Dirut PT Pos Indonesia Mengundurkan Diri dalam 4 Bulan

Nama Daud Joseph menjadi perbincangan setelah mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan setelah menjabat. Daud Joseph dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Utama perusahaan pelat merah ini melalui penunjukan oleh Danantara Asset Management per Maret 2026.

Daud Joseph merupakan alumnus Teknik Metalurgi Universitas Indonesia dan pemegang gelar Master of Global Management dari Thunderbird School of Global Management. Ia memiliki pengalaman lebih dari 22 tahun di sektor transportasi, agrobisnis, dan otomotif. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transportasi Jakarta, memimpin 6.500 karyawan, dan mencatat pencapaian 1,4 juta pelanggan per hari. Ia juga pernah menjadi Komisaris Utama di PT Steady Safe Tbk dan berhasil membalikkan kinerja operasional dari negatif menjadi positif dalam satu tahun.

Di industri agrobisnis dan logistik, Daud Joseph berkarier di PT Triputra Agro Persada Tbk dan PT SMART Tbk (Sinar Mas), mengelola armada hingga 6.000 unit dan 14.000 tenaga kerja, serta sukses meningkatkan pendapatan hingga 127% melalui rekayasa ulang proses bisnis dan mekanisasi panen. Meski demikian, masa jabatannya di PT Pos Indonesia hanya berlangsung singkat.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.