Media Kampung – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mengumumkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Mei 2026 di Wika Tower, Jakarta.
Dalam keputusan tersebut, Ketut Pasek Senjaya Putra ditunjuk sebagai Direktur Utama WIKA. Selain itu, Hadjar Seti Adji mengisi posisi Direktur Manajemen SDM dan Transformasi, sedangkan Hananto Aji menjabat sebagai Direktur Operasi I. Sonny Setyadhy dan Vera Kirana ditetapkan masing-masing sebagai Direktur Operasi II dan Direktur Manajemen Risiko serta Legal. Posisi Direktur Keuangan dipegang oleh Mulyadi.
Susunan dewan komisaris juga mengalami perubahan dengan Apri Artoto sebagai Komisaris Utama. Komisaris Independen terdiri dari Suryo Hasporo Tri Utomo, Adityawarman, dan Harris Arthur Hedar, sementara Suwarta mengisi posisi Komisaris biasa. Harris Arthur Hedar kembali dipercaya sebagai Komisaris Independen setelah sebelumnya menjabat sejak 2020. Ia dikenal sebagai Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional dan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM).
RUPST ini membahas sejumlah agenda penting, termasuk persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, laporan penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN), perubahan anggaran dasar, serta perombakan susunan direksi dan komisaris. Langkah ini merupakan bagian dari upaya WIKA untuk memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta melanjutkan proses transformasi bisnis guna menghadapi dinamika industri konstruksi di Indonesia.
Sepanjang tahun buku 2025, WIKA berhasil mencatatkan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun dan nilai kontrak yang sedang dijalankan mencapai Rp50,55 triliun. Penjualan perseroan tercatat mencapai Rp20,44 triliun dengan total aset sebesar Rp50,15 triliun. Perubahan struktur direksi dan komisaris diharapkan dapat mendorong kinerja perusahaan lebih optimal di tahun-tahun mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan