Media Kampung – Chanel secara resmi mengakuisisi Charvet, pembuat kemeja mewah asal Prancis yang legendaris. Langkah ini diumumkan pagi ini oleh kedua rumah mode tersebut, menandai babak baru dalam hubungan panjang mereka. Akuisisi ini bukan hanya sekadar transaksi bisnis, melainkan kelanjutan dari ‘percakapan’ kreatif yang telah berlangsung antara kedua merek sejak era Gabrielle ‘Coco’ Chanel sendiri.
Hubungan Sejarah yang Mendalam
Charvet didirikan oleh Joseph-Christophe Charvet pada tahun 1838 di rue Richelieu, Paris, sebelum pindah ke 28 Place Vendôme pada tahun 1982. Klien-kliennya yang terkenal termasuk Marcel Proust, Jean Cocteau, Charles de Gaulle, John F. Kennedy, Yves Saint Laurent, dan Gabrielle ‘Coco’ Chanel. Ikatan pribadi antara Coco Chanel dan Charvet dimulai melalui kekasihnya, Arthur ‘Boy’ Capel, seorang pemain polo yang merupakan pelanggan setia. Coco Chanel sering meminjam kemeja Charvet milik Boy, sebuah kebiasaan yang menginspirasinya untuk memasukkan elemen busana pria ke dalam rancangannya.
Kolaborasi di Panggung Runway
Hubungan modern antara kedua merek semakin terlihat pada pertunjukan debut Matthieu Blazy sebagai direktur kreatif Chanel. Beberapa tampilan menampilkan kemeja buatan Charvet, termasuk kemeja tuksedo bib-front dengan detail mutiara bertuliskan ‘Chanel’ dan rantai chain link khas rumah mode tersebut. Koleksi resort 2027 yang ditampilkan di Biarritz juga menampilkan kemeja Charvet yang dilapisi renda eyelet. Chanel menyebut kolaborasi ini sebagai ‘percakapan’ ketimbang kolaborasi biasa, menekankan komitmen bersama terhadap savoir-faire dan standar desain yang presisi.
Detail Akuisisi
Dalam pernyataan resmi, Jean-Claude Colban, direktur pelaksana Charvet, mengatakan, ‘Proyek ini merupakan pertemuan dua perusahaan Paris bersejarah yang memilih untuk bersatu dan dipersatukan oleh standar yang sama serta komitmen bersama terhadap keunggulan.’ Bruno Pavlovsky, presiden aktivitas fashion di Chanel dan Chanel SAS, menambahkan, ‘Di Chanel, kami selalu menganggapnya sebagai tanggung jawab kami untuk mendukung, melestarikan, dan mengabadikan keahlian artisanal yang langka ini yang mewujudkan keahlian luar biasa sekaligus bagian penting dari warisan budaya kita.’
Menurut siaran pers, peran Chanel adalah mendukung praktik-praktik yang sudah ada di Charvet sambil ‘menghormati independensi kreatifnya.’ Artinya, Charvet akan tetap beroperasi dengan identitasnya sendiri, namun mendapat dukungan dari Chanel untuk melestarikan keahliannya.
Dampak dan Masa Depan
Akuisisi ini diperkirakan akan membawa lebih banyak kemeja Charvet ke panggung runway Chanel, yang merupakan salah satu platform paling penting untuk ide-ide fashion saat ini. Dengan Matthieu Blazy sebagai direktur kreatif, Chanel semakin menekankan warisan dan keahlian artisanal. Bagi para penggemar fashion, ini berarti akan lebih banyak tren kemeja dalam beberapa tahun ke depan. Charvet, yang selama ini dikenal sebagai label ‘IYKYK’ (If You Know, You Know) di kalangan tertentu, kini mendapatkan sorotan lebih luas berkat hubungannya dengan Chanel.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan