Media Kampung – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) resmi menetapkan pembagian dividen senilai Rp 5,04 triliun atau Rp 210 per saham, yang merupakan 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini diumumkan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (10/6/2026).

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Sementara itu, 30 persen sisa laba bersih atau sekitar Rp 2,16 triliun akan ditahan untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat fundamental bisnis, dan membiayai proyek strategis ke depan.

Kinerja keuangan Antam pada 2025 mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah. Pendapatan perseroan mencapai Rp 84,64 triliun, naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 7,92 triliun, tumbuh 106 persen secara tahunan.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Antam, Handi Sutanto, menambahkan bahwa volume penjualan emas pada 2025 mencapai 37 ton. Pertumbuhan ini didorong oleh keberhasilan memanfaatkan momentum pasar, terutama tingginya permintaan bahan baku untuk hilirisasi dalam negeri, khususnya industri baja nirkarat.

Pada komoditas bauksit, Antam mencatatkan peningkatan produksi sebesar 112 persen dan pertumbuhan penjualan sebesar 157 persen secara tahunan. Handi menyebut hal ini berkat optimalisasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang tepat waktu.

Selain itu, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan. Arini Kasmira diangkat sebagai Direktur Keuangan Antam menggantikan Arianto Sabtonugroho Rudjito. Susunan direksi dan komisaris baru telah ditetapkan untuk memperkuat organisasi menghadapi tantangan bisnis ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.