Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan selama periode 27-31 Juli 2026, dengan sejumlah saham yang mencatat pertumbuhan signifikan sebagai top gainers sepekan. IHSG naik sebesar 0,64% ke level 6.236,12 dibandingkan pekan sebelumnya di posisi 6.196,43, mencerminkan optimisme pasar modal Indonesia.

Dalam periode tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga bertambah sebesar 0,48% menjadi Rp 10.923 triliun dari Rp 10.870 triliun pekan sebelumnya. Meski demikian, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 21,86% menjadi Rp 15,44 triliun, sementara volume dan frekuensi transaksi harian juga menurun masing-masing sebesar 31,23% dan 31,88%. Berbeda dari pekan sebelumnya yang mencatat aksi jual asing sebesar Rp 3,37 triliun, pekan ini justru terjadi aksi beli asing mencapai Rp 7,10 triliun.

Baca juga:

Kondisi pasar saham sepekan ini menunjukkan dinamika sektor yang beragam. Beberapa sektor mengalami tekanan, terutama sektor properti dan real estate yang turun sebesar 3,49%, diikuti sektor energi, industri, infrastruktur, dan transportasi yang juga mencatat pelemahan. Sementara itu, sektor basic materials, consumer nonsiklikal, consumer siklikal, perawatan kesehatan, keuangan, dan teknologi menunjukkan penguatan dengan kenaikan tertinggi mencapai 2,71% di sektor basic materials.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan kenaikan terbesar (top gainers) selama pekan 27-31 Juli 2026 berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia:

Baca juga:
  1. PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
  2. PT Baja Inti Steel Tbk (BAJA)
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  5. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
  6. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  7. PT Astra International Tbk (ASII)
  8. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  9. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
  10. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

Pergerakan saham-saham ini menunjukkan minat pasar yang kuat pada sektor-sektor tertentu, terutama yang berkaitan dengan bahan dasar dan konsumer. Kenaikan ini turut mendukung penguatan IHSG secara keseluruhan di tengah kondisi pasar yang variatif.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan mempertimbangkan faktor fundamental serta sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan saham yang signifikan seperti BACH dan BAJA bisa menjadi indikator tren positif di sektor material dan industri.

Baca juga:

Dengan adanya aksi beli asing yang meningkat dan penguatan sektor-sektor utama, pasar modal Indonesia menunjukkan potensi untuk terus tumbuh di tengah tantangan yang ada. Namun, fluktuasi volume dan frekuensi transaksi menjadi sinyal bagi investor untuk tetap waspada terhadap dinamika pasar.