Media Kampung – Saham Bank Danamon (BDMN) kembali menguat tajam pada sesi pertama perdagangan Rabu, 22 April 2026, dengan kenaikan 25% yang menandai pergerakan signifikan di pasar saham Indonesia.

Harga saham BDMN dibuka pada level Rp3.080 per lembar dan langsung bergerak naik, mencatat kenaikan signifikan pada awal sesi.

Selama perdagangan, harga tertinggi tercapai Rp3.850, sementara level terendah berada di Rp2.960; pada penutupan sesi pertama, harga ditutup pada Rp3.650, mencatat lonjakan 25%.

Volume transaksi tercatat 413.425 lembar saham dengan nilai transaksi harian mencapai sekitar Rp150 miliar, mencerminkan likuiditas tinggi pada hari itu.

Pada hari sebelumnya, saham BDMN telah mengalami kenaikan 18,46% dan ditutup pada Rp3.080 per lembar, menegaskan tren bullish yang berkelanjutan.

Sementara indeks IHSG mengalami penurunan tipis 0,20% menjadi 7.544, volume perdagangan pasar secara keseluruhan mencapai 26,6 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp9,3 triliun.

Sektor transportasi memimpin penguatan pasar dengan kenaikan 3,98%, diikuti sektor keuangan naik 0,99% dan sektor properti naik 0,21%.

Dalam rangka top gainers pada sesi I, saham Bank Danamon menjadi yang pertama naik hingga Auto Reject Atas (ARA) 25%, menegaskan posisi kuatnya di antara 402 saham yang menguat.

Bank Danamon juga baru-baru ini menandatangani kesepakatan kerja sama dengan MUFG Bank melalui unit usaha syariah dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang diharapkan memperluas jaringan pembiayaan dan meningkatkan kepercayaan investor.

“Analisis kami menunjukkan bahwa sentimen positif investor memperkuat pergerakan harga,” kata seorang analis pasar modal senior.

Dengan dukungan dari aksi korporasi dan aliran likuiditas yang kuat, saham Bank Danamon diperkirakan akan tetap menjadi fokus utama pelaku pasar dalam minggu ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.